Balai Karantina Banten Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan dari India

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari Margaretha Harianja. ANTARA/Azmi Samsul M

Balai Karantina Banten Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan dari India

Whisnu Mardiansyah • 4 February 2026 16:20

Banten: Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) Banten memperketat pengawasan terhadap lalu lintas pengiriman hewan yang berasal dari India melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Kepala Barantin Banten, Duma Sari Margaretha Harianja, mengatakan upaya pengetatan ini dilakukan sebagai antisipasi masuknya virus Nipah ke Indonesia dari India.

“Untuk negara yang sedang mengalami wabah, yaitu India, kita sudah melarang hewan-hewan masuk ke Indonesia, berupa kelelawar dan babi,” ucap Duma di Tangerang seperti dilansir Antara, Rabu, 4 Februari 2026.

Guna mengoptimalkan pengawasan, pihaknya mengharapkan dukungan dari berbagai instansi untuk ikut melakukan pemantauan. “Kami juga menerapkan biosecurity dan penggunaan alat pelindung diri dalam setiap pelaksanaan tindakan karantina. Ini untuk menjaga risiko penularan yang ada pada petugas,” katanya.

Duma menjelaskan, sebagai penguatan pengawasan, lembaganya akan mengatur strategi yang difokuskan di titik-titik kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.
 


“Kita telah kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Manusia. Jadi kita fokus di hewannya, walaupun sifatnya ini zoonosis, artinya bisa dari manusia ke hewan dan hewan ke manusia,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya mewaspadai setiap penyakit yang masuk melalui aplikasi All Indonesia. Dalam aplikasi itu, setiap penumpang atau pengirim hewan dan tumbuhan diminta mengisi penjelasan terkait barang bawaan sebelum tiba di Indonesia.


Ilustrasi Medcom.id

“Usai diisi aplikasi tersebut, pihaknya bisa mengetahui setiap penumpang yang membawa hewan bergejala penyakit tersebut,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, Bandara Soetta memiliki peran strategis sebagai simpul utama perlintasan internasional. Karenanya, pengawasan karantina dilaksanakan secara terintegrasi, profesional, dan berbasis risiko, dengan mengedepankan sinergi antarinstansi terkait.

“Kami hari ini diundang juga oleh pengelola Bandara Soetta untuk berdiskusi tentang penguatan pengawasan atas antisipasi virus Nipah ini,” kata Duma.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)