Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari Margaretha Harianja. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Bandara Soetta Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan dari India, Antisipasi Virus Nipah
Hendrik Simorangkir • 4 February 2026 11:37
Tangerang: Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten memperketat masuknya hewan dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Indonesia.
"Untuk dari negara yang sedang outbreak, India, kita sudah melarang hewan-hewan masuk ke Indonesia berupa kelelawar dan babi," ujar Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari Margaretha Harianja, Rabu, 4 Februari 2026.
Selain hewan, Duma menuturkan, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan atas masuknya tumbuhan dari negara yang tertular virus Nipah, khususnya India.
"Kami juga menerapkan biosecurity dan penggunaan alat pelindung diri dalam setiap pelaksanaan tindakan karantina, guna menjaga resiko penularan yang ada pada petugas," jelas Duma.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com
Duma menjelaskan, sebagai penguatan pengawasan, pihaknya bakal mengatur strategi yang akan difokuskan di titik-titik kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.
"Alat-alat sudah ada, kita telah kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Manusia. Jadi kita ini fokus di hewannya, walaupun sifatnya ini geonosis, artinya bisa dari manusia ke hewan dan hewan ke manusia," kata Duma.
"Usai diisi aplikasi tersebut, pihaknya bisa mengetahui tiap penumpang dengan membawa hewan yang bergejala penyakit tersebut," ungkap Duma.