Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan 1.000 meter

Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan capai 1.000 meter di atas puncak pada Senin (2/2/2026) malam. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan 1.000 meter

Lukman Diah Sari • 2 February 2026 21:47

Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Semeru erupsi pada Senin malam, 2 Februari 2026.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 19.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara.

Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan capai 1.000 meter di atas puncak pada Senin (2/2/2026) malam. ANTARA/HO-PVMBG

Lava pijar juga terlihat turun dari puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl tersebut dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 20.48 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

"Berselang enam menit kemudian, terjadi erupsi kembali Gunung Semeru pada pukul 20.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl), kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara," ujar Liswanto.

Gunung Semeru kini berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Pasalnya, kata dia, berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujar Liswanto.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)