Budaya Membatik Dilestarikan lewat Pendekatan Berbasis Komunitas

Budaya membatik. Foto: Istimewa

Budaya Membatik Dilestarikan lewat Pendekatan Berbasis Komunitas

M Sholahadhin Azhar • 14 January 2026 17:52

Jakarta: Budaya membatik dilestarikan melalui pendekatan berbasis komunitas. Pendekatan tersebut diimplementasikan dalam program desa di Astra Singkawang, Kalimantan Barat.

"Bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," kata Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.

Hal ini diungkap Djony, terkait program Desa Sejahtera Astra yang memperkuat aktivitas membatik, sebagai sumber penghidupan masyarakat desa. Penguatan tersebut, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.

Sejak 2021, pihaknya melalui program tersebut konsisten memperkuat sumber daya manusia. Serta, membangun fondasi produksi yang lebih mandiri berbasis potensi lokal.
 


"Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Djony Bunarto.
 
Dalam mengembangkan batik di Singkawang, penggerak desa Priska Yeniriatno memiliki peran yang sangat penting. Berangkat dari pengalaman membangun kegiatan membatik secara mandiri, Priska mendorong penguatan sumber daya manusia agar keterampilan membatik tidak berhenti pada individu, melainkan dapat ditransfer, direplikasi, dan dikelola bersama oleh masyarakat.
 
Hingga kini, kegiatan membatik berkontribusi pada peningkatan aktivitas produksi masyarakat sebesar 50% dan membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga Desa Sejahtera Astra Singkawang.
 
Budaya membatik. Foto: Istimewa

"Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” ujar Penggerak Desa Sejahtera Astra Priska Yeniriatno.
 
Hingga saat ini, program telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif, serta mendorong tumbuhnya workshop mandiri dan kegiatan edukasi membatik di lingkungan sekitar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)