Petugas BPBD Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026), mengecek talut jalan yang longsor di Dusun Melikan RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 02, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak Rabu (14/
Banjarnegara Dilanda Banjir dan Longsor, 48 KK Mengungsi
Silvana Febiari • 15 January 2026 15:04
Banjarnegara: Tanah longsor dan banjir melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Rabu malam, 14 Januari 2026. Bencana hidrometeorologi ini dipicu hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem sejak pukul 16.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Raib Syekhudin mengatakan tanah longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Melikan, RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 02, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran.
"Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan talut jalan dan tebing di sekitar permukiman warga runtuh, sehingga material longsor menimpa rumah warga," kata Raib di Banjarnegara, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan 48 Kepala Keluarga (KK) dengan total 165 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat untuk menghindari potensi longsor susulan. Warga mengungsi atas inisiatif sendiri dengan arahan dari pemerintah desa dan kecamatan karena khawatir rekahan pada tebing di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, lanjut dia, BPBD memastikan longsor berasal dari talut jalan yang kondisinya sudah miring dan kemudian roboh akibat tekanan air hujan. "Setelah dicek ternyata bukan tebing alami yang retak, melainkan talut jalan yang runtuh. Untuk warga lainnya masih menunggu hasil kajian, apakah sudah bisa kembali ke rumah masing-masing," ungkapnya.
Pihaknya mencatat longsor tersebut mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak berat, masing-masing milik Miarjo, Tanto, dan Prayit. Selain itu, rumah milik Hairudin dan Toharjo mengalami kerusakan ringan akibat terkena material longsoran.
Material longsor juga menimbun satu sepeda motor, merusak jalan usaha tani, serta menyebabkan seorang anak berusia 10 tahun bernama Vida mengalami luka ringan dan trauma. "Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini dilaporkan dalam kondisi aman," ungkapnya.

Ilustrasi. Medcom.id
Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan Sungai Sak-Sak di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 100 sentimeter. Banjir tersebut berdampak pada sembilan rumah warga, masing-masing milik Robi, Tarsono, Tunut, Hadin, Johan, Noto, Naryo, Purnomo, dan Badar.
Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat. Sementara lainnya memilih bertahan di lantai dua rumah atau belum bersedia dievakuasi.
"Hingga dini hari tadi, air telah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing pada Kamis (15 Januari) pagi," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kami harapkan warga segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, maupun kenaikan debit air sungai secara cepat," pungkas Raib.