Ditopang Ekspansi Kredit dan Efisiensi Pendanaan, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp8,9 Triliun

Ilustrasi, gedung kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta. Foto: dok Bank Mandiri.

Ditopang Ekspansi Kredit dan Efisiensi Pendanaan, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp8,9 Triliun

Husen Miftahudin • 5 April 2026 08:52

Jakarta: Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada awal 2026 dinilai tetap solid di tengah dinamika permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih secara struktural. Ekspansi kredit yang kuat serta efisiensi struktur pendanaan menjadi penopang utama kinerja bank pelat merah tersebut.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menilai pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang mencapai dua digit menunjukkan peran bank besar dalam menjaga momentum intermediasi perbankan nasional.

Kinerja tersebut tercermin dari penyaluran kredit yang per Februari 2026 yang mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (yoy). 

Pertumbuhan ini turut diikuti oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen (yoy), mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.

"Ini lebih didorong oleh ekpansi bank besar tersebut. Kinerja positif ini terjadi ketika] secara keseluruhan kami belum melihat permintaan kredit pulih secara struktural," jelas Riefky dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 April 2026.

Menurut Riefky, kinerja tersebut juga ditopang oleh struktur pendanaan yang relatif efisien, tercermin dari rasio dana murah atau current account saving account (CASA) yang tinggi.

Selain itu, akselerasi layanan digital juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu memperluas aktivitas transaksi nasabah dan mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Platform digital seperti Livin' dan Kopra pun turut memberikan kontribusi dalam mendorong transaksi serta fee based income, sehingga memperkuat sumber pendapatan nonbunga.
 

Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp7,35 Triliun ke 59.327 UMKM


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Laba bersih tumbuh 16,7% jadi Rp8,9 triliun


Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.

"Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin' by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi," ujar Novita, dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, kinerja intermediasi Bank Mandiri juga tetap terjaga yang tercermin dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen (yoy). Kinerja tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang tetap terjaga, serta semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan digital Bank Mandiri, khususnya Livin' by Mandiri. 

Peningkatan aktivitas transaksi ini turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening transaksi sehingga mendukung efisiensi beban bunga perseroan. Pada saat yang sama, efisiensi operasional juga terus membaik dengan rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen, mencerminkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin sekaligus peningkatan produktivitas bisnis.

Dari sisi kualitas aset, kinerja Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 0,98 persen, disertai coverage ratio yang kuat sebesar 246,5 persen. Kinerja tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan perseroan.

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan. 

"Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan," tutur Novita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)