Delapan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Terbaru Militer Israel

Serangan masih dilakukan Israel ke wilayah Gaza. Foto: Anadolu

Delapan Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Terbaru Militer Israel

Muhammad Reyhansyah • 30 June 2026 10:12

Gaza: Sedikitnya delapan warga Palestina tewas, termasuk seorang perempuan dan anaknya, dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Senin, 29 Juni 2026. 

Serangan tersebut terjadi meski gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober tahun lalu masih berlangsung.

Mengutip laporan Anadolu, sumber medis mengatakan seorang perempuan dan putrinya tewas setelah serangan Israel menghantam tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan.

Tak lama kemudian, serangan drone Israel juga menghantam sebuah tenda di kawasan yang sama, menewaskan dua warga Palestina dan melukai 27 lainnya.

Para korban luka kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di Khan Younis untuk menjalani perawatan.

Serangan Israel juga menewaskan seorang warga Palestina dan melukai seorang anak perempuan setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompok warga sipil di wilayah timur Khan Younis.

Di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah, serangan drone lainnya menewaskan tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, serta melukai sejumlah lainnya.
Sementara itu, serangan artileri Israel di Beit Lahia, Gaza utara, menyebabkan dua warga sipil mengalami luka-luka.

Selain melancarkan serangan udara, militer Israel juga dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan di timur laut Khan Younis. Warga setempat melaporkan terdengar ledakan besar disertai tembakan dari kendaraan militer Israel.

Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut

Di Gaza tengah, kendaraan militer Israel dilaporkan memasuki kawasan Kamp Pengungsi Nuseirat sambil melepaskan tembakan dan melakukan penembakan artileri.

Warga setempat juga melaporkan adanya pemindahan penghalang beton di sepanjang wilayah yang dikenal sebagai "Yellow Line", yang dinilai memperluas area yang dikuasai militer Israel dan melanggar ketentuan gencatan senjata.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata sejak berlaku pada 10 Oktober 2025 telah menyebabkan sedikitnya 1.045 warga Palestina tewas dan 3.380 lainnya terluka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Sejak perang meletus pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas, lebih dari 173.000 lainnya terluka, serta sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan.

(Fajar Nugraha)