Menyusuri Semarak Hong Kong International Dragon Boat Festival di Victoria Harbour

Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Festival 2026. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Menyusuri Semarak Hong Kong International Dragon Boat Festival di Victoria Harbour

Whisnu Mardiansyah • 28 June 2026 07:04

Hong Kong: Hong Kong kembali mengandalkan kekayaan budaya sebagai tulang punggung sektor pariwisata. Memasuki puncak liburan musim panas tahun ini, Hong Kong Tourism Board (HKTB) meluncurkan program promosi Hong Kong Summer Fun. Sebuah program yang menggabungkan berbagai festival, atraksi wisata, kuliner, transportasi, dan pengalaman berbelanja dalam satu rangkaian kegiatan sepanjang musim panas.

Salah satu agenda utama dalam program tersebut adalah penyelenggaraan Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Festival. Perayaan ini menandai usia ke-50 kompetisi perahu naga internasional di Hong Kong. Festival tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan identitas budaya Hong Kong kepada wisatawan dari berbagai negara.

Melalui kolaborasi bersama pelaku industri pariwisata, transportasi, kuliner, hingga pusat perbelanjaan, HKTB menghadirkan ratusan ribu penawaran khusus. Tujuannya menarik lebih banyak wisatawan menghabiskan liburan di Hong Kong sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama musim panas.

Ketua HKTB, Peter Lam, menyatakan musim liburan menjadi momentum penting bagi industri pariwisata. Melalui program Hong Kong Summer Fun, berbagai acara unggulan dipadukan dengan promosi di sektor atraksi wisata, kuliner, transportasi, dan belanja guna menghadirkan pengalaman lebih lengkap bagi wisatawan.

"Tujuan kami adalah menarik lebih banyak wisatawan yang bermalam di Hong Kong dan meningkatkan konsumsi di berbagai sektor," ujar Ketua HKTB Peter Lam di Hong Kong, Sabtu 26 Juni 2026.

Dragon Boat Festival tahun ini tampil lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Durasi festival lebih panjang, jumlah perlombaan bertambah, serta ragam hiburan semakin beragam. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu ibu kota penyelenggara berbagai acara internasional di Asia .

Perayaan tahun ini menjadi spesial karena menandai lima dekade penyelenggaraan Hong Kong International Dragon Boat Races. Kompetisi berlangsung pada 27–28 Juni di Victoria Harbour, sementara festival pendukung digelar sejak 19 Juni hingga 1 Juli di kawasan Tsim Sha Tsui Promenade .

Perpanjangan durasi menjadi 13 hari ini pertama sepanjang sejarah penyelenggaraan festival. Tentu ini memberi kesempatan lebih luas bagi wisatawan menikmati berbagai aktivitas budaya sekaligus memperpanjang lama kunjungan mereka di Hong Kong .

Ketua Hong Kong China Dragon Boat Association (HKCDBA), Arnold Chung, menilai peringatan 50 tahun bukan sekadar perayaan usia kompetisi. Momentum ini juga menjadi upaya menjaga tradisi olahraga perahu naga sekaligus memperkenalkan warisan budaya Hong Kong kepada masyarakat internasional.

"Kami akan terus memajukan olahraga dayung perahu naga dan memperkenalkan pesona unik warisan budaya takbenda tradisional ini kepada dunia," kata Arnold dalam kesempatan yang sama.

 



 

Lebih dari 220 Tim dari 16 Negara, Indonesia Turut Serta


Dragon Boat Festival tahun ini menghadirkan skala penyelenggaraan yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak lebih dari 220 tim dengan lebih dari 4.500 atlet dari 16 negara dan wilayah akan bersaing dalam 21 nomor perlombaan .

Peserta berasal dari berbagai negara, antara lain Tiongkok Daratan, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Qatar, dan Indonesia. Kehadiran ratusan atlet internasional menjadikan Victoria Harbour sebagai salah satu pusat perhatian olahraga air dunia selama musim panas.

Indonesia kembali ambil bagian melalui Klub Dayung Bahtera (KDB). Tim tersebut menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berlaga pada dua nomor bergengsi, yakni International Mixed Championship dan Fancy Dress Competition. Tim KDB disebut sebagai peserta pertama kali dari Indonesia dalam ajang ini.

Manajer tim KDB, Jane Djuarahadi, menyampaikan keikutsertaan dalam Dragon Boat Festival Hong Kong merupakan kebanggaan sekaligus kesempatan memperkenalkan kemampuan atlet Indonesia di panggung internasional. Selain mengejar prestasi, kehadiran tim Indonesia juga menjadi sarana memperkenalkan semangat olahraga serta nilai budaya bangsa kepada masyarakat dunia.

"Kami berharap dapat membanggakan Indonesia," tutur Jane Djuarahadi.




Klub Dayung Bahtera (KDB) mewakili Indonesia di Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Races. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

 

Dari Tradisi Nelayan Menjadi Festival Internasional


Dragon Boat Festival Hong Kong memiliki sejarah panjang. Kompetisi pertama kali digelar pada 1976 oleh Hong Kong Tourist Association, lembaga yang kemudian berkembang menjadi Hong Kong Tourism Board.

Saat itu perlombaan masih berlangsung sederhana di Shau Kei Wan Typhoon Shelter dan hanya diikuti komunitas nelayan lokal menggunakan perahu naga kayu tradisional. Sebanyak sembilan tim nelayan Hong Kong bertanding, dengan satu tim dari Nagasaki, Jepang, sebagai peserta internasional pertama.

Seiring perkembangan waktu, ajang tersebut tumbuh menjadi festival internasional yang menggagungkan olahraga, budaya, hiburan, dan pariwisata. Memperingati usia emasnya, panitia menghadirkan dua kategori baru. 

Pertama, 50th Anniversary Fishermen Invitational Cup yang mempertemukan enam komunitas nelayan tradisional Hong Kong menggunakan perahu naga kayu. Kedua, 50th Anniversary Championship yang mempertemukan para juara dari sembilan kategori utama untuk memperebutkan gelar Ultimate Dragon Boat Champion.



Peserta Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Festival usai pertandingan. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

 

Festival Budaya di Jantung Victoria Harbour


Dragon Boat Festival tidak hanya menghadirkan perlombaan di atas air. Sepanjang kawasan Avenue of Stars dan Tsim Sha Tsui Promenade, wisatawan dapat menikmati berbagai sajian kuliner lokal.

Berbagai instalasi tematik juga disiapkan sebagai lokasi berfoto, termasuk replika perahu naga kayu sepanjang 22 meter, area kolaborasi bertema Dragon Boat, instalasi karakter film, hingga spot foto ikonik yang menghiasi kawasan tepi pelabuhan.

Pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya budaya yang memperkenalkan beragam warisan budaya takbenda. Mulai dari teknik membuat jaring nelayan, seni meniup gula, hingga pembuatan pangsit beras alkali. Teknologi turut dihadirkan melalui pengalaman virtual reality (VR) yang memungkinkan wisatawan merasakan sensasi mendayung perahu naga secara virtual.

Perayaan Dragon Boat Festival tidak hanya terpusat di Victoria Harbour. Kompetisi lokal juga digelar di sejumlah kawasan lain denga karakter berbeda. Di Stanley, perlombaan berlangsung dengan latar pesisir yang terkenal sebagai destinasi wisata pantai. 

Di Aberdeen menghadirkan atmosfer khas desa nelayan yang masih mempertahankan tradisi maritim. Sementara Sai Kung menghadirkan panorama alam hijau berpadu dengan kawasan pesisir, sedangkan Sha Tin menggelar perlombaan di Sungai Shing Mun.

Lokasi-lokasi ini memperlihatkan keragaman lanskap Hong Kong, mulai dari kawasan pesisir, desa nelayan, hingga ruang terbuka hijau yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat.

Di luar arena perlombaan modern, wisatawan juga dapat menyaksikan Tai O Dragon Boat Water Parade, tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Dalam prosesi tersebut, perahu-perahu kecil mengarak patung dewa menyusuri kanal desa sebagai bagian dari ritual tradisional masyarakat nelayan. Tradisi itu diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Nasional Tiongkok sejak 2011 dan masih terus dipertahankan hingga kini.

Dragon Boat Festival menunjukan cara Hong Kong mengembangkan sektor pariwisata tanpa melepaskan akar budayanya. Kompetisi olahraga, pertunjukan seni, kuliner, hingga tradisi masyarakat lokal dipadukan menjadi pengalaman wisata yang menyeluruh.

Melalui Hong Kong Summer Fun, wisatawan tidak hanya diajak menikmati perlombaan perahu naga di Victoria Harbour, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat pesisir, kekayaan budaya, serta semangat kebersamaan yang telah menjadi bagian dari identitas Hong Kong selama puluhan tahun.

Perayaan 50 tahun Dragon Boat Festival akhirnya menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Festival ini menjadi etalase budaya yang memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat berkembang menjadi daya tarik wisata kelas dunia, sekaligus memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu destinasi unggulan Asia untuk menikmati liburan musim panas.

Selama periode "Hong Kong Summer Fun", HKTB menggandeng Trip.com Group, Quality Tourism Services Association (QTSA), Hong Kong Retail Management Association (HKRMA), Alipay, dan berbagai mitra bisnis untuk meluncurkan "Summer Deals". Program ini menawarkan ratusan ribu penawaran.
 

Diskon Tiket dan Transportasi hingga 50 Persen


HKTB meluncurkan promosi senilai lebih dari HK$20 juta yang mencakup 19 objek wisata lokal dan tiga operator transportasi. Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, wisatawan yang memesan hotel di Hong Kong melalui aplikasi trip.com periode 1 Juli hingga 14 September 2026 dengan transaksi satu kali minimal HK$1.500 akan mendapat hadiah ganda.

Hadiah tersebut berupa satu penawaran tiket atraksi dan satu penawaran transportasi umum pilihan dengan diskon hingga 50 persen. Promosi mencakup ke akses wisata populer seperti Peak Tram, taman hiburan, Hong Kong Observation Wheel, tiket Noah's Ark, tiket pulang-pergi Airport Express, dan tiket bus harian.


Program "Hong Kong Summer Fun" juga mencakup berbagai kegiatan budaya, hiburan, olahraga, dan musik. Beberapa di antaranya adalah Hong Kong ICH Month, Chinese Culture Festival, Hong Kong Football Festival, Football Summit, Volleyball Nations League Hong Kong, Fencing World Championships 2026 Hong Kong, China, FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championships, serta Hong Kong Reunification Raceday.

(Whisnu M)