Wisatawan menikmati suasana pantai di Kabupaten Aceh Timur, Kamis, 25 Juni 2026. ANTARA/Hayaturrahmah
Sejumlah Objek Wisata Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Pulih
Silvana Febiari • 26 June 2026 08:51
Aceh Timur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyatakan sejumlah objek wisata terdampak bencana kini mulai pulih dan kembali ramai dikunjungi wisatawan. Proses pemulihan pasca-bencana terus dilakukan di berbagai lokasi yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir dan abrasi.
"Sejumlah objek wisata sudah mulai pulih pasca-bencana. Pantai Kuala Leuge misalnya, semakin ramai dikunjungi masyarakat dan aktivitas wisata berjalan normal," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur Syahril, dilansir dari Antara, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut dia, objek wisata Pantai Kuala Leuge, di Kecamatan Peureulak sempat terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025. Aktivitas wisata di kawasan tersebut kini kembali normal dan terus menerima kunjungan wisatawan lokal.
Selain bencana hidrometeorologi, kata dia, beberapa lokasi wisata di kawasan pesisir sempat mengalami dampak abrasi. Seperti akses masuk menuju Pantai Pelangi dari arah barat yang terputus akibat abrasi pantai.
"Namun kondisi tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung. Kini, Pantai Pelangi tersebut semakin ramai dikunjungi," ungkap Syahril.
Saat libur Lebaran lalu, kata dia, kawasan wisata Pantai Pelangi dipadati pengunjung. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan sektor pariwisata Aceh Timur perlahan bangkit setelah diterpa bencana alam.
"Walaupun ada dampak abrasi dan akses yang sempat terganggu, kunjungan wisata tetap tinggi. Saat Lebaran kemarin, sejumlah lokasi wisata pantai tetap ramai didatangi masyarakat," ucapnya.
.jpeg)
Pengendara melewati ruas jalan rusak akibat bencana banjir di Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat, 12 Desember 2025. ANTARA/Hayaturrahmah
Meski demikian, tidak semua destinasi wisata mampu bertahan dari dampak bencana. Beberapa objek wisata di wilayah pedalaman mengalami kerusakan yang cukup parah bahkan tidak lagi dapat dimanfaatkan seperti sebelumnya.
Di Kecamatan Serbajadi dan kawasan Sungai Lokop, sejumlah destinasi wisata alam mengalami perubahan akibat terjangan banjir. Salah satunya objek wisata pemandian air panas yang mengalami kerusakan akibat erosi dan derasnya aliran sungai saat banjir melanda.
"Beberapa lokasi wisata di kawasan Serbajadi dan Sungai Lokop mengalami kerusakan cukup berat. Bahkan ada objek wisata yang tidak dapat difungsikan lagi seperti sebelumnya karena terdampak abrasi dan perubahan alur sungai," jelas Syahril.
Pemkab Aceh Timur, kata dia, terus mendorong pemulihan sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya membangkitkan ekonomi masyarakat pascabencana. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pendataan kerusakan hingga koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan lokasi wisata yang terdampak.
Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata. Oleh karena itu, pemulihan destinasi wisata menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah setelah bencana.
Syahril optimistis sektor pariwisata Kabupaten Aceh Timur akan terus berkembang seiring membaiknya kondisi infrastruktur dan akses menuju berbagai objek wisata.
"Alhamdulillah, minat masyarakat untuk berwisata di Aceh Timur masih tinggi. Ini menjadi semangat bagi kami untuk membenahi dan memulihkan agar sehingga sektor pariwisata bisa kembali tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat," terang Syahril.