63 Warga Sumedang Keracunan Usai Santap Makanan

Kondisi Puskesmas Tomo Sumedang, Jawa Barat menangani puluhan kasus keracunan makanan. ANTARA/Ilham Nugraha

63 Warga Sumedang Keracunan Usai Santap Makanan

Silvana Febiari • 12 September 2026 13:42

Sumedang: Sebanyak 63 warga Desa Marongge dan Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan Jumat Berkah pada Jumat, 11 September 2026. Kondisi warga yang dirawat di Puskesmas Tomo kini mulai berangsur membaik.

"Ada 63 (orang). Satu orang secara mandiri ke Cideres, Majalengka. Tapi sekarang sudah mulai membaik, 11 orang sudah keluar, sudah pulang karena kondisinya membaik," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 September 2026.

Hingga Sabtu, sekitar pukul 01.00 WIB, tercatat 11 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.


Penyebab keracunan belum dapat dipastikan. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang telah mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

"Kita belum bisa menentukan dari apanya. Sampel (makanan) sudah kita amankan dan kita akan periksa di laboratorium," ujarnya.

Puluhan warga tersebut mengalami sejumlah gejala, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam kegiatan Jumat Berkah.

Jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis cukup banyak. Sejumlah pasien bahkan harus dirawat di atas brankar yang ditempatkan di lobi hingga lorong Puskesmas Tomo.

PMI bersama BPBD Kabupaten Sumedang juga mendirikan tenda untuk mengantisipasi apabila jumlah pasien bertambah.

Karmita, warga Desa Marongge, mengatakan makanan Jumat Berkah dibagikan dalam kemasan kotak setelah Salat Jumat. Ia baru merasakan gejala keracunan beberapa jam setelah menyantapnya.

"Tadi makannya jam 16.00 WIB, tidak langsung dimakan. Mulai kerasa sekitar jam Isya," ucapnya.

Dia mengatakan pembagian makanan Jumat Berkah tersebut telah rutin dilakukan setiap Jumat selama dua tahun terakhir. Namun, kejadian keracunan baru terjadi kali ini.

"Ya rutin tiap (hari) Jumat, ada dua tahun. Baru sekarang (keracunan makanan). Awalnya mual terus muntah, sekarang sudah baik, disuruh diinfus dulu dihabisin," ungkapnya.


Kondisi Puskesmas Tomo Sumedang, Jawa Barat menangani puluhan kasus keracunan makanan. ANTARA/Ilham Nugraha


Keracunan makanan tersebut juga dialami seorang kurir paket asal Cimalaka, Sumedang, Yogi, yang kebetulan melaksanakan Salat Jumat di lokasi pembagian makanan. Ia mengaku menyantap makanan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dengan menu nasi, mi, dan telur balado.

Sekitar setengah jam setelah menyantap makanan, ia mengaku mengalami keringat dingin, muntah, hingga buang air besar. "Kebetulan ikut Shalat Jumat di situ, lagi kirim paket. Abis (Setelah) Shalat Jumat dibagi dimakan, setengah jam kemudian kerasa. Sekarang sudah baikan sudah boleh pulang," tuturnya.

Hingga Sabtu pagi, masih terdapat 16 pasien menjalani observasi di Puskesmas Tomo sebelum diperbolehkan pulang.

(Silvana Febiari)