Eks PM Inggris Boris Johnson. (Anadolu Agency)
Ukraina Klaim Drone Rusia Diduga Targetkan Kereta Eks PM Inggris Boris Johnson
Willy Haryono • 14 September 2026 13:20
Kyiv: Ukraina menduga drone Rusia yang menyerang lokomotif kereta penumpang di dekat perbatasan Ukraina-Polandia sebenarnya menargetkan kereta diplomatik yang membawa mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sejumlah pejabat Eropa.
Perusahaan kereta api nasional Ukraina, Ukrainian Railways, mengatakan serangan terhadap lokomotif terjadi tak lama sebelum kereta diplomatik tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Yahodyn, dekat perbatasan Polandia.
Melalui Telegram, Ukrainian Railways mengatakan sejumlah penasihat keamanan dari negara-negara anggota Uni Eropa serta mantan pemimpin Eropa, termasuk Boris Johnson, berada di dalam kereta diplomatik tersebut.
Mantan Direktur CIA David Petraeus disebut berada di kereta lain yang sedang berada di Stasiun Yahodyn ketika serangan terjadi.
Menurut Ukrainian Railways, drone bermesin jet yang mengarah ke lokomotif terdeteksi oleh petugas pengatur perjalanan kereta. Peringatan evakuasi kemudian dikeluarkan sekitar 15 menit sebelum lokomotif terkena serangan.
“Dapat dikatakan sangat mungkin bahwa target sebenarnya dari drone Rusia tersebut adalah kereta diplomatik,” kata Ukrainian Railways dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Senin, 14 September 2026.
Perusahaan tersebut menjelaskan kereta diplomatik berangkat dari stasiun lebih awal dari jadwal akibat penyesuaian waktu perjalanan secara langsung untuk merespons ancaman serangan Rusia yang terus berlangsung.
Ukrainian Railways menuduh Rusia terus berupaya menyerang kereta sipil di Ukraina. Hingga saat ini, Rusia belum memberikan tanggapan mengenai tuduhan terbaru dari Ukraina tersebut.
Boris Johnson Berada di Kereta
Sebelumnya, surat kabar Jerman Der Spiegel melaporkan kereta yang disewa secara khusus dan membawa Boris Johnson serta sejumlah pejabat Eropa dari Kyiv menuju Polandia dihentikan pada Minggu setelah muncul ancaman serangan drone.Menurut laporan tersebut, Gunter Sautter, salah satu penasihat terdekat Kanselir Jerman Friedrich Merz, berada di dalam kereta.
Sautter merupakan penasihat kebijakan luar negeri dan keamanan di Kantor Kanselir Jerman. Dia sebelumnya berada di Kyiv bersama para penasihat keamanan dari Inggris, Prancis, dan Italia untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai kemungkinan perundingan damai dengan Rusia.
Sautter juga menghadiri konferensi Yalta European Strategy pada Sabtu.
Sejumlah penasihat keamanan Eropa lainnya, anggota parlemen Jerman, diplomat, dan akademisi turut berada di dalam kereta bersama Johnson. Mantan perdana menteri Inggris itu diketahui tengah dalam perjalanan kembali menuju Polandia setelah menghadiri konferensi tersebut.
Der Spiegel melaporkan tidak ada penumpang yang terluka dalam insiden tersebut.
Para penumpang sempat dievakuasi setelah peringatan serangan drone diterima. Mereka kemudian diperbolehkan kembali setelah otoritas menyatakan situasi aman dan tidak mendeteksi keberadaan drone lainnya.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan drone Rusia terhadap berbagai sasaran di Ukraina. Jalur kereta api menjadi salah satu infrastruktur penting yang digunakan untuk mengangkut warga sipil, pejabat, serta bantuan internasional menuju dan keluar dari wilayah Ukraina.
Baca juga: Uni Eropa Kecam Keras Serangan Rusia Dekat Perbatasan Ukraina-Polandia