Ilustrasi ibadah haji. Dok. Istimewa
Timwas Haji DPR 2026 Kritisi dan Apresiasi Pelaksanaan Haji
Awad Osmarbey • 31 May 2026 08:11
Makkah: Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026, Budi S Kanang, menyampaikan sejumlah catatan terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Budi menilai ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas pelayanan haji tahun berikutnya.
“Secara umum keberangkatan dan pelayanan jemaah berjalan lancar, tetapi ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan agar kualitas layanan semakin baik,” ujar Budi di Makkah, Arab Saudi, Sabtu, 30 Mei 2026.
Budi menyebutkan hotel-hotel di Makkah yang ditempati jemaah ada yang berjarak antara tujuh hingga delapan kilometer dari Masjidil Haram. Jarak ini dinilai terlalu jauh dan menyulitkan mobilitas jemaah, terutama lansia. Titik drop bus jemaah juga masih berada cukup jauh dari area masjid, sehingga perlu evaluasi agar lebih dekat.
Di sisi lain, jaringan Wi-Fi di hotel dinilai lemah dan menghambat komunikasi jemaah. Menu makanan yang disediakan juga dianggap monoton, hanya berkisar pada ayam, kambing, atau sapi, tanpa variasi sayuran yang dirindukan jemaah.
“Padahal mereka itu rindu dengan sayuran. Katering harus lebih selektif, tidak asal siapa mau,” ujar Budi.
Baca Juga:
AC hingga Air Jadi Keluhan di Mina, DPR Minta Terobosan Baru |
%2Cjpg.jpg)
Jemaah asal Cielungsi bertahan di dalam tenda di Mina, untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan ibadah di Armuzna. (MI/Abdul Kohar)
Masalah lebih serius muncul saat puncak haji di Arafah. Beberapa tenda mengalami kerusakan AC, pipa bocor hingga air masuk ke dalam tenda, serta toilet yang mampet. Kondisi ini memaksa jemaah untuk mengungsi keluar tenda di tengah cuaca panas.
“Bayangkan, di Arafah dengan udara yang begitu panas, jemaah harus berada di luar tenda karena bocor dan AC mati. Ini sangat tidak mengenakkan,” tegas Budi.
Situasi serupa terjadi di Mina, dengan fasilitas dasar yang belum memadai.Timwas Haji DPR menegaskan catatan ini akan menjadi rekomendasi penting bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk memperbaiki layanan haji di tahun-tahun mendatang.
Pengelolaan Puncak Haji Jauh Lebih Baik
Sebaliknya, anggota Timwas Haji DPR, Danang Wicaksana, mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah yang mampu mengelola pelaksanaan puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) dengan jauh lebih baik daripada penyelenggaraan sebelumnya. Menurut dia, masa krusial pelaksanaan ibadah haji 2026 selama Armuzna berhasil dilalui dengan baik.
Namun, Danang mengingatkan tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) belum selesai. Dia meminta seluruh petugas tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah hingga seluruh rangkaian ibadah berakhir dan jemaah kembali ke Tanah Air.
“Puncak haji memang sudah terlewati, namun pelayanan kepada jemaah harus tetap menjadi prioritas hingga proses pemulangan selesai. Jangan sampai terjadi penurunan kualitas layanan setelah fase Armuzna,” ujar politikus Partai Gerindra ini.