Petiuas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang sedang memeriksa hewan kurban milik pedagang di Batang, Senin, 25 Mei 2026. (ANTARA/Kutnadi)
Pemkab Batang Temukan Tiga Sapi Terindikasi PMK
Silvana Febiari • 26 May 2026 10:41
Batang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menemukan tiga sapi yang diduga berasal dari Jawa Timur terindikasi gejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Pihaknya merekomendasikan agar hewan yang dicurigai sakit dipisahkan dari ternak sehat dan harus menjalani perawatan intensif sebagai langkah antisipasi.
"Kami merekomendasikan hewan ternak tersebut tidak dijual untuk kurban tahun ini hingga benar-benar sudah pulih," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut dia, meski kasus penyakit mulut dan kuku serta penyakit kulit menular pada hewan ternak menunjukkan tren penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetapi pengawasan tetap difokuskan pada dua penyakit tersebut.
Sebanyak 21 petugas yang tersebar di seluruh kecamatan, kata dia, dikerahkan untuk untuk mempercepat proses pemeriksaan serta menjangkau seluruh lokasi penjualan hewan kurban.
Pemeriksaan intensif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat. Upaya ini juga bertujuan mencegah penyebaran penyakit hewan menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
"Kami memperkirakan jumlah hewan kurban pada tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 jumlah sapi kurban mencapai sekitar 1.500 ekor sedangkan kambing sekitar 4 ribu," ujarnya.

Ilustrasi sapi. Foto: Dok istimewa
Pedagang hewan kurban Angga (28) mengatakan upaya yang dilakukan pemkab ini akan membantu pedagang memastikan kualitas dan kesehatan ternak yang dijual.
"Kalau saya merespons positif karena ini bagus untuk koreksi dan evaluasi usaha. Kambing yang dijual kan umur dan kualitasnya beragam, jadi pemeriksaan seperti ini membuat pembeli juga lebih yakin," ungkapnya.