Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Dokumentasi/ Pemprov Kepri
Kepri Siap Jadi Etalase Ekonomi Baru Berbasis Wisata Halal
Silvana Febiari • 10 February 2026 10:19
Jakarta: Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah disiapkan menjadi pusat kekuatan ekonomi baru melalui penguatan sektor wisata halal. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa dengan predikat sebagai salah satu daerah dengan indeks industri halal tertinggi di Indonesia, Kepri memiliki modal kuat untuk menjadi etalase ekonomi yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi.
"Kepri sudah menjadi salah satu daerah dengan indeks industri halal tertinggi di Indonesia. Melalui wisata halal dan kuliner halal, kita ingin Kepri menjadi etalase ekonomi baru yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing," kata Ansar, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri, Selasa, 10 Februari 2026.
Ansar mencatat sektor pariwisata Kepri kini tengah bangkit menuju masa kejayaannya kembali. Setelah sempat lesu pasca-pandemi, angka kunjungan wisatawan mancanegara per Agustus 2025 sudah menembus 1,2 juta orang.
"Kita optimis hingga akhir tahun bisa mencapai 1,8 hingga 2 juta kunjungan," ujarnya.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan juga menegaskan bahwa tren produk halal kini telah menjadi bagian dari ekonomi global dan bukan hanya kebutuhan umat Muslim. Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Ansar dan Pemprov Kepri atas dukungan terhadap pengembangan wisata halal di Pulau Penyengat dan sekitarnya.
"Pulau ini adalah simbol sejarah, budaya, dan kini menjadi simbol halal tourism Indonesia," tuturnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Dokumentasi/ Pemprov Kepri
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH dalam program percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di desa wisata telah menunjukkan hasil signifikan.
"Sejak Juli 2025, kami telah menjalankan program sertifikasi halal di 20 desa wisata pilot project, termasuk Pulau Penyengat. Hingga 15 Oktober, sudah ada 438 produk UMKM tersertifikasi halal di sini," ujar Widiyanti.
Ke depan, program ini akan diperluas ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi sebagai bagian dari penguatan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Langkah ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata ramah Muslim di dunia sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV.