Ilustrasi ekosistem halal. Foto: Dok Pemerintah Kota Tangerang
Mengenal Ekosistem Halal, Mulai Proses Produksi hingga ke Tangan Konsumen
Eko Nordiansyah • 9 February 2026 18:38
Jakarta: Di tengah banyaknya ragam inovasi dari segi kuliner, menjamin kehalalan sebuah produk adalah hal yang penting. Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), ekosistem halal pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dengan produk bersertifikat halal menembus 9,7 juta.
Lantas, apa itu ekosistem halal dan apa saja cakupannya? Mengutip laman Sucofindo, berikut penjelasannya:
Apa itu ekosistem halal?
Ekosistem halal adalah sebuah sistem terintegrasi yang mencakup seluruh elemen dan interaksi yang berkaitan dengan produk dan layanan halal mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi logistik, hingga instrumen keuangan, yang secara konsisten memenuhi prinsip syariah.Ekosistem halal bersifat penting. Sebab, tidak hanya membangun nilai ekonomi yang kuat namun ekosistem ini turut menjunjung tinggi nilai-nilai etika, keadilan, transparansi dan keberlanjutan yang mampu berdampak besar ke masyarakat.
Cakupan ekosistem halal
Terdapat beberapa cakupan ekosistem halal sebelum suatu produk jatuh ke tangan konsumen, di antaranya:1. Pengadaan bahan baku halal
Untuk menjamin kehalalan produk, rantai pasok harus diawali dengan pemilihan bahan baku halal yang bersih dan terverifikasi. Selain mengandalkan sertifikasi resmi, pelaku usaha juga dituntut jeli memastikan bahan alami bebas dari kontaminasi zat haram.Hal ini diperlukan agar sumber bahan baku yang digunakan jelas kehalalannya atau bersertifikasi halal dari lembaga penjamin halal seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
2. Proses produksi halal
Setelah memastikan bahan baku bersih dan halal, tantangan selanjutnya adalah menghasilkan produk halal. Proses ini melibatkan upaya sungguh-sungguh untuk memastikan fasilitas produksi terhindar dari segala bentuk kontaminasi silang dengan bahan-bahan yang diharamkan.Penggunaan peralatan dan perlengkapan juga harus bersih dan terbebas dari najis. Untuk menjamin konsistensi dan kepatuhan terhadap prinsip halal ini, setiap pelaku usaha harus menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) halal yang tinggi, sehingga setiap langkah kerja tetap berada di koridor syariat.
Baca Juga :
Tiga Pemain Utama Produk Halal Global, Indonesia Pasar Terbesar

(Ilustrasi. Foto: Dok ICDX)
3. Pengemasan dan pelabelan halal
Integritas produk halal harus tetap terjaga bahkan setelah proses produksi selesai. Tahap pengemasan memastikan bahwa wadah yang digunakan bebas dari bahan najis dan mampu melindungi produk dari kontaminasi eksternal.Di sisi lain, pelabelan bukan sekadar penempelan logo. Label halal yang sah menunjukkan bahwa produk tersebut telah melewati audit ketat dan memberikan ketenangan pikiran bagi siapa pun yang mengonsumsinya.
4. Distribusi dan logistik halal
Rantai halal tidak boleh terputus saat produk keluar dari pabrik. Logistik halal menjamin bahwa selama perjalanan dari gudang ke tangan konsumen, produk tidak bercampur dengan barang-barang non-halal. Hal ini mencakup penggunaan alat transportasi yang bersih, ruang penyimpanan yang terpisah, hingga penanganan kargo yang teliti.Dengan sistem pelacakan yang terintegrasi, setiap pergerakan barang dapat dipantau sehingga memastikan status halalnya tetap terjaga sesuai prosedur distribusi.
5. Pemasaran dan promosi halal
Pemasaran halal mengedepankan nilai-nilai kejujuran, etika, dan keadilan dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Tidak hanya menjauhi klaim palsu atau berlebihan, promosi ini juga memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak melanggar norma-norma syariah. Dengan pendekatan yang edukatif dan etis, pemasaran halal membangun loyalitas konsumen berdasarkan rasa percaya dan nilai-nilai spiritual yang luhur.6. Sertifikasi halal
Langkah penting dalam ekosistem halal bagi pelaku usaha adalah sertifikasi halal. Perusahaan diharuskan untuk memahami dan mengikuti proses sertifikasi yang telah ditetapkan oleh lembaga yang memiliki otoritas.Selain itu, kesediaan untuk menjalani audit halal secara berkala menjadi penting guna memastikan kepatuhan yang berkelanjutan terhadap standar-standar halal yang berlaku.
Itu dia penjelasan mengenai ekosistem halal, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga sertifikasi halal. Melalui integrasi yang kuat, produk dapat terjaga asal-usulnya sehingga dapat terjamin kehalalannya.
Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com