Pembeli saat memilih jeruk di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
Harga Stabil, Jeruk Dekopon Jadi Buruan Pembeli di Glodok
Husen Miftahudin • 11 February 2026 11:47
Jakarta: Menjelang Hari Raya Imlek pada 17 Februari 2026, kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, mulai dipadati pembeli yang berburu jeruk. Buah berwarna oranye ini bukan sekadar hidangan, melainkan simbol keberuntungan, kemakmuran dan rezeki yang melimpah bagi warga Tionghoa.
Pedagang Jeruk di Pecinan Glodok, Arianti (50) mengatakan, harga jeruk menjelang Imlek masih cenderung stabil dan tidak ada lonjakan. Untuk harga jeruk yang dijual pun bervariasi tergantung dari jenis yang ditawarkan.
"Seperti ini Jeruk Ponkam HDL (72) harga sekilonya Rp60 ribu, dia manis dan airnya banyak. Ada juga ini jeruk Dekopon, Dekopon ini enggak ada biji, airnya banyak dan manis," ujar Arianti saat ditemui di Kawasan Pecinan Glodok, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut dia, Dekopon sangat diminati karena tidak memiliki biji, bulirnya besar dan rasanya manis. "Dekopon ini manis, enggak ada biji dan bulirnya besar-besar gitu. Pilihannya ya dekopon dengan HDL 72 ini yang manis," ungkap dia.
Arianti mengatakan, meski kini cuaca tidak menentu, tetap tidak memengaruhi harga jeruk yang dijual. Ia menjelaskan, harga jeruk masih normal bahkan sempat mengalami sedikit penurunan.
"Untuk itu (kenaikan harga) sih enggak ya, harga jeruk nih standar di sekitaran Rp60 ribu/Kg dan ini HDL biasanya dijual Rp75 ribu per kg, malah dia turun jadi Rp70 ribu per kg," ujar dia.

(Jeruk menjadi hidangan penting saat perayaan Imlek. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
Pedagang Jeruk di Pecinan Glodok, Arianti (50) mengatakan, harga jeruk menjelang Imlek masih cenderung stabil dan tidak ada lonjakan. Untuk harga jeruk yang dijual pun bervariasi tergantung dari jenis yang ditawarkan.
"Seperti ini Jeruk Ponkam HDL (72) harga sekilonya Rp60 ribu, dia manis dan airnya banyak. Ada juga ini jeruk Dekopon, Dekopon ini enggak ada biji, airnya banyak dan manis," ujar Arianti saat ditemui di Kawasan Pecinan Glodok, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut dia, Dekopon sangat diminati karena tidak memiliki biji, bulirnya besar dan rasanya manis. "Dekopon ini manis, enggak ada biji dan bulirnya besar-besar gitu. Pilihannya ya dekopon dengan HDL 72 ini yang manis," ungkap dia.
Arianti mengatakan, meski kini cuaca tidak menentu, tetap tidak memengaruhi harga jeruk yang dijual. Ia menjelaskan, harga jeruk masih normal bahkan sempat mengalami sedikit penurunan.
"Untuk itu (kenaikan harga) sih enggak ya, harga jeruk nih standar di sekitaran Rp60 ribu/Kg dan ini HDL biasanya dijual Rp75 ribu per kg, malah dia turun jadi Rp70 ribu per kg," ujar dia.
| Baca juga: Laku Keras! Kue Keranjang Jadi Primadona di Kawasan Glodok |

(Jeruk menjadi hidangan penting saat perayaan Imlek. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
Tantangan cuaca dan penurunan omzet
Kondisi berbeda dirasakan Nawa (33), pedagang jeruk di kawasan Glodok. Ia justru merasakan omzetnya menurun drastis dibandingkan musim Imlek tahun lalu. Faktor cuaca yang sering mendadak hujan menjadi kendala utama bagi pembeli untuk datang ke pasar.
"Sangat memengaruhi, harusnya kita sudah siap jualan, sudah ramai, orang kabur. Ini sudah mau mendekati Imlek, cuma kayaknya masih jauh omzetnya enggak kayak tahun kemarin, belum kelihatan hilalnya," ujar Nawa saat ditemui di Kawasan Glodok.
Nawa banyak menyediakan jeruk Bali yang ditawarkan dengan harga yang beragam. Untuk ukuran besar bisa dibanderol Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Sedangkan untuk ukuran sedang dibanderol Rp70 ribu sampai Rp80 ribu.
"Itu tergantung ada berbagai macam ukuran, ada yang gede sampe sedeng. Kalau gede bisa nyampe cepe, pegoh. Kalau yang sedang Rp70 ribu-Rp80 ribu," papar dia.
Meski menghadapi tantangan cuaca, Nawa berharap, di momentum Imlek tahun ini omzet dapat naik dan pengunjung dapat meningkat. "Harapannya sih kayak tahun-tahun yang kemarin lah, kalau bisa omzet makin naik, pengunjung makin banyak," tutur dia. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com