Hujan Lebat di Batang, Longsor dan Banjir Terjang 5 Kecamatan

Penanganan pohon tumbang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dokumentasi BNPB

Hujan Lebat di Batang, Longsor dan Banjir Terjang 5 Kecamatan

Whisnu Mardiansyah • 9 March 2026 13:23

Batang: Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Jumat, 6 Maret 2026 sore sekitar pukul 15.10 WIB. Kondisi ini memicu bencana tanah longsor, banjir luapan, serta pohon tumbang di lima kecamatan, yakni Kecamatan Batang, Blado, Reban, Tersono, dan Gringsing.

Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG Abdul Muhari mengatakan dampak kerusakan terpantau di beberapa titik vital. Di pusat kota, sebuah pohon beringin besar tumbang di Jalan Veteran depan Pendopo Kabupaten Batang dan menimpa sejumlah kendaraan. Beruntung pengendara dapat diselamatkan oleh masyarakat setempat dan petugas gabungan di lokasi kejadian.

"Sementara itu, akses jalan di Desa Blado, Kecamatan Blado dan Desa Sendang, Kecamatan Tersono, sempat terputus total akibat tertutup material longsoran tebing. Sejumlah kendaraan sempat tertahan untuk beberapa waktu," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Maret 2026.
 


Selain longsor, luapan air hujan juga merendam permukiman warga di Desa Sendang, Kecamatan Blado, serta menggenangi ruas jalan raya di Desa Plelen, Kecamatan Gringsing. Dalam laporan visual, aliran air yang melimpas deras ke jalan raya sempat mengganggu para pengendara yang melintas.

Dari hasil kaji cepat lapangan, diketahui kondisi drainase kurang memadai di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir luapan tersebut. Aliran air hujan yang tidak mampu tertampung sepenuhnya oleh saluran drainase mengakibatkan limpasan ke badan jalan dan permukiman.

Merespons temuan tersebut, BPBD Kabupaten Batang telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Langkah ini diambil untuk melakukan pengkajian teknis mendalam serta merancang penanganan infrastruktur drainase yang lebih efektif di titik-titik rawan.


Ilustrasi hujan lebat. Istimewa

Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Ahmad Yani Semarang mengeluarkan prakiraan cuaca bahwa hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang tersebar tidak merata di wilayah Jawa Tengah hingga Senin, 9 Maret 2026. Potensi ini dapat terjadi di wilayah pegunungan maupun dataran tinggi, termasuk wilayah pesisir Pantura bagian tengah hingga timur dan Pantai selatan Jawa Tengah.

Fenomena cuaca tersebut dapat memicu terjadinya beberapa kejadian bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dan sebagainya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)