Serang Iran, Trump Akui Terima Masukan dari Menantunya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory

Serang Iran, Trump Akui Terima Masukan dari Menantunya

Fajar Nugraha • 11 March 2026 06:32

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ungkapkan dia mendapatkan masukan untuk serang dari beberapa orang, termasuk menantunya Jared Kushner.

Trump juga mengatakan dia ragu Pemimpin Tertinggi Iran yang baru diangkat, Mojtaba Khamenei, dapat hidup berdampingan secara damai dengan Washington. Trump mengulang kembali ketidakpuasannya dengan pilihan kepemimpinan Teheran itu.

"Saya tidak percaya dia dapat hidup damai," kata Trump kepada Fox News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Selasa, menambahkan bahwa dia "tidak senang" dengan pilihan Iran.

Sebelumnya dia menyebut pengangkatan itu "kesalahan besar" dan memperingatkan pemimpin baru itu "tidak akan bertahan lama" tanpa persetujuan AS.

Mengenai prospek pembicaraan AS dengan Iran, Trump tidak memberikan kepastian. "Saya mendengar mereka sangat ingin berbicara," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 11 Maret 2026.

Trump menambahkan itu hanya ‘mungkin’ dan bergantung pada persyaratan yang dapat diterima, sebuah kontras yang mencolok dengan pernyataannya sebelumnya bahwa dia telah "setuju untuk berbicara" dengan pejabat Iran.

Trump juga menawarkan pembenaran baru untuk melancarkan kampanye tersebut, mengklaim AS telah menghancurkan setengah dari persediaan rudal Iran dalam serangan pembuka pada 28 Februari.

"Jika kita menunggu tiga hari, saya yakin kita akan diserang," katanya, sebuah pernyataan yang dibantah Iran, yang mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir atau rudal yang mampu mencapai AS.

Trump mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, telah memberitahunya bahwa Iran mengklaim memiliki uranium yang diperkaya yang cukup untuk 11 bom nuklir, menambahkan bahwa pengungkapan tersebut secara efektif membuat tindakan militer tidak dapat dihindari.

"Pada dasarnya mereka mengatakan bahwa saya harus menyerang mereka,” ujar Trump.

Permusuhan di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk minggu ini untuk jabatan tersebut, adalah putranya.

Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada. Delapan anggota militer AS telah tewas sejak awal kampanye tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)