Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Dokumentasi/BPBD Gunungkidul
75 Ribu Warga Gunungkidul Krisis Air, BPBD Kirim Bantuan Tiap Hari
Ahmad Mustaqim • 8 August 2026 14:24
Gunungkidul: Sebanyak 75.486 warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami krisis air. Warga terdampak kekeringan itu tersebar di 58 kelurahan di 16 kecamatan.
"Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat," kata Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Arief Prasetyo, saat dihubungi pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Arief merinci 75 ribuan warga itu terdiri atas 24.062 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 311 padukuhan di 58 kelurahan. Ia mengatakan, BPBD setempat melakukan penanganan dampak kekeringan sembari melakukan pendataan warga terdampak.
"Untuk 16 kapanewon lain di Gunungkidul sudah terdampak karena telah mendapatkan bantuan air bersih," kata dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, mengatakan pada puncak musim kemarau ini situasi stok air bersih kian menipis. Situasi tersebut merupakan dampak perluasan daerah terdampak kemarau sehingga bantuan air bersih harus dikirim setiap hari.
"Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci," kata dia.

Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Dokumentasi/BPBD Gunungkidul
Ia menambahkan, situasi kemarau diperkirakan terjadi hingga November mendatang. Hingga saat ini, Kabupaten Gunungkidul masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan.
"Status (siaga darurat kekeringan) berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," jelasnya.