Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
IHSG Rebound ke Level 6.409, Pasar Menanti Sinyal The Fed
Ade Hapsari Lestarini • 7 August 2026 17:41
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) atau Non-Farm Payroll (NFP).
IHSG menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke level 6.409,65. Sementara itu, indeks LQ45 naik 9,43 poin atau 1,49 persen menjadi 640,29.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bursa saham Asia bergerak beragam menjelang akhir pekan karena dipengaruhi perkembangan situasi di Timur Tengah serta penantian data tenaga kerja AS yang menjadi salah satu acuan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
"Bursa regional Asia cenderung bergerak beragam jelang akhir pekan ini yang terbebani kondisi terakhir di Timur Tengah, dan penantian rilis data pekerja AS yang merupakan salah satu indikator untuk kebijakan moneter The Fed," ujar Nico dalam kajiannya, dilansir Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dari pasar global, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran inflasi. Harga minyak dunia menguat setelah muncul laporan serangan Iran di Selat Hormuz dan belum adanya kepastian pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut Nico, kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek inflasi dan arah suku bunga global.
Di sisi lain, investor juga menantikan laporan NFP AS periode Juli 2026 yang dijadwalkan dirilis pada Jumat waktu setempat. Data tersebut dipandang sebagai indikator penting untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026.
Mengutip Financial Times, Ketua The Fed Kevin Warsh juga disebut membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
.jpeg)
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Foto: dok BI.
Investor menanti pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar USD145,3 miliar, sedikit turun dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar USD145,6 miliar. Meski demikian, Nico menilai posisi cadangan devisa masih memadai untuk menjaga ketahanan sektor eksternal, stabilitas makroekonomi, dan sistem keuangan nasional.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang diperkirakan disampaikan pemerintah dalam waktu dekat.
"Penunjukan figur yang memiliki kredibilitas tinggi dan dinilai mampu menjaga independensi BI berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar, sementara ketidakpastian yang berkepanjangan dapat mendorong sikap wait and see dari pelaku pasar," ujar Nico.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatan hingga penutupan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat, dipimpin sektor infrastruktur yang naik 2,06 persen, diikuti sektor barang baku sebesar 1,59 persen dan barang konsumen primer sebesar 1,15 persen.
Sementara itu, dua sektor melemah, yakni barang konsumen nonprimer dan kesehatan yang masing-masing turun 0,91 persen.
Saham-saham dengan kenaikan terbesar antara lain VOKS, ROCK, KBLV, MCAS, dan ISAT. Adapun saham yang terkoreksi paling dalam yakni TALF, PDES, BACH, MDIA, dan KDTN.
Frekuensi perdagangan mencapai 2,19 juta kali transaksi dengan volume 36,88 miliar saham senilai Rp16,44 triliun. Sebanyak 373 saham menguat, 245 saham melemah, dan 345 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, indeks Shanghai menguat 1,02 persen, Hang Seng naik 0,54 persen, dan Straits Times menguat 1,05 persen. Sementara itu, Nikkei melemah 0,07 persen dan Kospi turun 0,60 persen.