Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. Dok Metro TV.
Merdeka Versi Try Sutrisno: Makmur dalam Keadilan, Keadilan dalam Kemakmuran
Arga Sumantri • 2 March 2026 15:04
Jakarta: Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, pernah menyampaikan pandangannya tentang makna kemerdekaan dalam wawancara eksklusif program The Legend di Metro TV pada September 2026.
"Makna kemerdekaan itu sangat tinggi," ujar Try Sutrisno.
Menurut dia, manusia adalah makhluk paling sempurna ciptaan Tuhan, dibekali akal dan hati untuk menganalisis, memilih yang baik, serta merasakan. Karena itu, manusia diberikan hak merdeka oleh Tuhan.
Bagi Try Sutrisno, Indonesia pantas merdeka sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Ia merumuskan kemerdekaan dalam satu kalimat kuat; “Makmur dalam keadilan, keadilan dalam kemakmuran.”
Menurut dia, ketika nilai liberalisme dan individualisme terlalu dominan, praktik melawan hukum seperti korupsi hingga penyelundupan narkoba akan sulit diberantas.
.jpg)
Dok Metro TV.
Sosok Pejuang Sejak Kecil
Try Sutrisno wafat pada Senin, 2 Maret 2026. Ia dikenal sebagai sosok pejuang sejak usia muda. Pada usia 10 tahun, ia telah berjualan air kendi, koran, hingga rokok—menunjukkan kemandirian sejak dini.Saat mengungsi ke Kediri, ia menjadi tobang (pelayan) bagi para pejuang, membersihkan senjata dan membantu kebutuhan tentara. Pengalaman itu membentuk disiplin dan karakter kepemimpinannya.
Ia memilih jalan menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Titik balik kariernya terjadi ketika ditunjuk menjadi ajudan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Meski berasal dari jalur pasukan, ia mendapat pesan sederhana namun kuat: “Be yourself.”
Selama lima tahun mendampingi Soeharto, Try Sutrisno banyak belajar soal kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga pembangunan nasional.
Secara pribadi, ia pernah menyebut capaian tertingginya adalah ketika menjabat Panglima ABRI. Namun sejarah kemudian mencatatnya sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Warisan pemikirannya tentang kemerdekaan—makmur dalam keadilan, keadilan dalam kemakmuran—menjadi pesan reflektif bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.