Angin Kencang Ancam DIY Beberapa Hari ke Depan

Ilustrasi. Foto: Medcom

Angin Kencang Ancam DIY Beberapa Hari ke Depan

Ahmad Mustaqim • 25 January 2026 15:26

Yogyakarta: Angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menimbulkan puluhan pohon tumbang, fasilitas rusak, hingga memakan korban jiwa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperingatkan potensi angin kencang masih bisa terjadi beberapa hari ke depan. 

"Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, Sabtu, 24 Januari 2026. 

Berdasarkan analisis meteorologi, angin kencang di beberapa wilayah DIY, khususnya Kabupaten Sleman dan Kecamatan Pakem, dipicu oleh aktivitas angin di lapisan udara atas 925 mb (762 meter) di sekitar Jawa. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 10 hingga 45 knots (18–83 km/jam).
 


"Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran yang bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut," kata dia. 

Warjono mengingatkan ancaman dampak angin kencang bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjauhi area atau titik yang rawan roboh atau jatuh saat angin kencang terjadi.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, bangunan yang rentan, saat angin kencang terjadi. Untuk beberapa hari ke depan kecepatan angin diprediksi menurun," ucapnya. 


Ilustrasi. (metrotvnews.com)


Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, menyatakan laporan yang diterima mencatat 93 dampak akibat angin kencang. Peristiwa itu juga menewaskan dua orang di Kabupaten Sleman.

Kabupaten Sleman menjadi wilayah paling luas terdampak angin kencang, dengan 68 titik di 11 kecamatan, yakni Cangkringan, Depok, Kalasan, Mlati, Ngemplak, Ngaglik, Tempel, Pakem, Turi, Seyegan, dan Sleman. Dua orang tewas akibat tertimpa pohon di Bulaksumur, Kecamatan Depok.

"Lalu ada 62 pohon tumbang, 14 akses jalan terganggu, 13 jaringan listrik rusak, 35 rumah rusak dan enam kendaraan, satu jaringan internet," kata dia. 

Dampak Kota Yogyakarta terjadi di 16 titik dengan sebaran di delapan kecamatan yakni Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, Gondokusuman, Gedongtengen, Jetis, Umbulharjo, dan Kraton. Rinciannya, 14 pohon tumbang, satu tempat usaha rusak, dan satu tower terdampak. 

"Kabupaten Bantul dampaknya di delapan titik pada tiga kecamatan, yakni Banguntapan, Sewon dan Pleret.  Dampaknya tujuh pohon tumbang, satu rumah rusak, satu akses jalan nasional. Dampak di Kabupaten Kulon Progo ada satu pohon tumbang dan satu rumah rusak," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)