Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Mentah Global Masih Tertekan
Husen Miftahudin • 22 January 2026 09:21
Houston: Harga minyak mentah global masih tertekan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah kekhawatiran tentang potensi dampak ekonomi akibat ketegangan geopolitik yang kembali meningkat.
Mengutip Yahoo Finance, kamis, 22 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka turun hampir 0,9 persen menjadi USD64,35 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,8 persen menjadi USD59,86 per barel.
Analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown, Matt Britzman mengatakan kebisingan geopolitik kembali menjadi fokus, mulai dari ancaman tarif baru terhadap Eropa hingga penegakan sanksi Venezuela yang lebih ketat. Ekspektasi peningkatan persediaan minyak mentah dan bensin AS juga menambah tekanan lebih lanjut.
"Gangguan pasokan sementara di Kazakhstan memberikan sedikit kompensasi, tetapi karena gangguan tersebut kemungkinan hanya berlangsung singkat, keseimbangan risiko untuk minyak tetap condong ke arah penurunan untuk saat ini," terang Britzman.
| Baca juga: Klaim Ada Kemajuan Dialog Terkait Greenland, Trump Batal Terapkan Tarif ke Eropa |
(1).jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Trump batalkan tambahan tarif
Sementara itu, ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif pada sejumlah negara Uni Eropa atas sikap mereka terhadap Greenland membuat pasar panik dan memicu aksi jual besar-besaran pada aset AS. Tetapi komentar Trump di Davos yang menyatakan ia telah mengesampingkan tindakan militer di pulau utara tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi investor.
Sebelumnya Trump berjanji untuk menerapkan gelombang peningkatan tarif mulai 1 Februari pada anggota Uni Eropa seperti Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia, bersama dengan Inggris dan Norwegia, hingga AS diizinkan untuk membeli Greenland. Ini menjadi langkah Trump yang paling dikecam negara-negara besar Uni Eropa, dan menyatakannya sebagai pemerasan.
Trump tidak memberikan detail apa pun dalam unggahan di Truth Social tentang kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan dengan NATO, tetapi mengatakan sebagai hasilnya ia tidak akan memberlakukan tarif tersebut.
Namun demikian, para pemimpin Uni Eropa akan melanjutkan pertemuan darurat pada Kamis waktu setempat untuk membahas opsi setelah ancaman tarif Trump.