Presiden Amerika Serikat Donald Trump di World Economic Forum. Foto: YouTube WEF
Klaim Ada Kemajuan Dialog Terkait Greenland, Trump Batal Terapkan Tarif ke Eropa
Fajar Nugraha • 22 January 2026 05:18
Davos: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Rabu malam bahwa ia tidak akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari. Hal itu diutarakannya setelah ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte tentang Greenland di Davos di sela World Economic Forum (WEF).
Trump mengatakan kedua pemimpin tersebut mencapai "kerangka kerja kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland" selama apa yang ia gambarkan sebagai diskusi yang produktif, dan menyatakan bahwa potensi kesepakatan tersebut akan menguntungkan AS dan semua anggota NATO.
"Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan mengenakan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip dari Euronews, Kamis 22 Januari 2026.
Trump menuntut agar bea masuk tetap berlaku sampai negara-negara Eropa mendukung akuisisi Greenland oleh AS dari Denmark.
Trump mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan pejabat lainnya akan menangani negosiasi, dan melapor langsung kepadanya.
Pengumuman itu datang beberapa jam setelah pidato Trump di Davos, di mana ia mengulangi bahwa AS membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional dan global, dan mengatakan kepada anggota NATO bahwa mereka dapat menyetujui kendali AS dan "kami akan sangat menghargainya."
Trump juga mengesampingkan kemungkinan AS menggunakan kekuatan untuk mengambil alih kendali pulau Arktik tersebut.
Rutte telah mendesak "diplomasi yang bijaksana" selama pidatonya di Davos pada hari Rabu, mengakui ketegangan dalam aliansi sambil menyatakan komitmen untuk menemukan solusi di Greenland.
Awal pekan ini, Trump telah menerbitkan pesan pribadi dari Rutte yang berjanji untuk berupaya mencapai resolusi.
Ancaman tarif telah memicu pertemuan darurat Uni Eropa yang dijadwalkan pada hari Kamis dan diskusi tentang langkah-langkah pembalasan. Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menganjurkan pengaktifan instrumen anti-koersi Uni Eropa, sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa respons blok tersebut akan "tegas, bersatu, dan proporsional."
Kampanye Trump di Greenland telah membuka keretakan terdalam antara Washington dan sekutu-sekutu Eropanya dalam beberapa dekade.