Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjenguk pasien yang mengalami patah tulang akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO - Kemenkes
Kemenkes Pastikan Pasokan Obat untuk Korban Gempa NTT Aman
Achmad Zulfikar Fazli • 19 August 2026 20:58
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pasokan obat-obatan untuk warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih aman dan terjamin. Stok obat masih cukup hingga lima hari ke depan.
"Pemerintah terus mengirimkan bantuan obat-obatan, dan dapat kami laporkan pada saat ini, untuk lima hari ke depan semua obat masih terjamin. Kami siap memobilisasi dari pusat kebutuhan-kebutuhan obat di daerah terdampak," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya dalam konferensi pers bersama BNPB yang diikuti secara daring di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Sumarjaya menyampaikan Kemenkes mendirikan klaster kesehatan yang ditunjuk di dinas kesehatan pada delapan kabupaten/kota, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
"Kami juga mendata terlebih dahulu berapa jumlah korban, luka berat berapa, titik pengungsian di mana dalam rangka memberikan pelayanan optimal pada masyarakat," ujar Sumarjaya.
Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau. Di antaranya Puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek, Manggarai Timur.
"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit, oleh karena itu, kami mengirimkan tenaga medis darurat atau emergency medical team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tutur Sumarjaya.

Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa. Foto- MI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di NTT bertambah satu orang per hari ini. Total terdapat 71 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026.
"Kami dari pemerintah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita, juga memastikan bantuan terus terdistribusi bagi masyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Berton mengimbau para penyintas di NTT agar tetap tenang karena pemerintah terus memastikan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga yang menjadi korban gempa bumi di NTT.
Per pukul 18.00 WIB, Selasa, 18 Agustus 2026, distribusi logistik via udara telah dilakukan sebanyak 165 ton, dengan total barang bantuan yang terkirim dari 15-18 Agustus 2026 mencapai 398 ton. Bantuan tersebut tetap dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama.