Ingin Tunda Pemilu Israel, Netanyahu Berniat Tingkatkan Eskalasi di Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu

Ingin Tunda Pemilu Israel, Netanyahu Berniat Tingkatkan Eskalasi di Gaza

Fajar Nugraha • 25 August 2026 13:59

Tel Aviv: Media Israel melaporkan bahwa para pejabat tinggi militer Israel menduga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mungkin berupaya meningkatkan eskalasi situasi di Jalur Gaza demi mengganggu atau menunda pemilihan umum parlemen yang akan datang di Negara Yahudi itu.

Harian Israel, Maariv mengutip penilaian di kalangan petinggi militer Israel yang menyebutkan bahwa Netanyahu tidak menginginkan konflik saat ini berakhir dan mungkin akan memicu kembali eskalasi di Gaza menjelang pemilu.

Menurut laporan tersebut, para pejabat tinggi militer semakin khawatir bahwa pertimbangan politik dapat memengaruhi keputusan mengenai tindakan militer lebih lanjut.

Para perwira menegaskan bahwa militer tidak berniat terseret ke dalam konflik lain tanpa adanya kebutuhan keamanan yang jelas. "Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu,” pernyataan dari para perwira militer itu, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 25 Agustus 2026.

Kekhawatiran ini muncul di tengah perdebatan yang kian memanas di Israel mengenai cara Netanyahu menangani berbagai front konflik, serta tuduhan dari pihak oposisi bahwa ia memanfaatkan isu keamanan demi kepentingan politik menjelang pemilu.

Belakangan ini, Netanyahu meningkatkan retorika keras terhadap Turki menyusul serangan Israel ke pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Suriah utara.

Tokoh-tokoh oposisi Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Barak dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, menuduh Netanyahu sengaja meningkatkan ketegangan dengan Ankara demi pertimbangan politik.

Para pejabat keamanan Israel juga dilaporkan telah memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi yang "tidak perlu" dengan Turki, seraya menyatakan kekhawatiran bahwa pernyataan publik dari Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dapat semakin memperparah ketegangan.

Perbedaan pendapat dengan pihak militer ini muncul saat Netanyahu menghadapi situasi pemilu yang sulit; jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa blok pemerintahannya tidak mencapai mayoritas kursi parlemen yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Israel dijadwalkan akan menggelar pemilihan umum parlemen pada Oktober.

(Fajar Nugraha)