Citra satelit siklon Saudel. (tangkapan layar/BMKG)
Dampak Siklon Saudel, Sumut dan Sumbar Waspada Hujan Hari Ini
Lukman Diah Sari • 21 August 2026 05:35
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 21 Agustus 2026. Masyarakat yang berada di wilayah Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prakirawan Cuaca BMKG, Henokhvita, menyampaikan bahwa peringatan tersebut didasari oleh pantauan kombinasi dinamika atmosfer yang saat ini tengah terjadi di sekitar wilayah Nusantara.
“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang berada di Sumatra Utara dan Sumatra Barat,” ujar Henokhvita melalui siaran resmi BMKG, Jumat, 21 Agustus 2026.
Keberadaan Siklon Tropis Saudel
Henokhvita memaparkan, salah satu faktor pemicu utama tingginya potensi pertumbuhan awan hujan adalah munculnya Siklon Tropis Saudel. Siklon ini diprediksi berada di Samudra Pasifik sebelah timur laut Papua dengan pusat tekanan mencapai 980 hektopaskal (hPa).
Ilustrasi hujan. (Metrotvnews.com)
Sistem ini tercatat memiliki kecepatan angin maksimum di dekat pusat siklon mencapai 55 knot dan terus bergerak ke arah barat laut.
“Siklon ini menginduksi low level jet di Samudra Pasifik utara Papua hingga wilayah di sekitar sistem, serta menginduksi konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua dan di wilayah sekitar siklon tropis tersebut,” jelas Henokhvita.
Selain Siklon Saudel, BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di wilayah Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini turut menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Papua hingga ke Samudra Pasifik utara Maluku Utara.
Baca Juga :
BMKG: Papua Pegunungan Siaga Hujan Lebat hingga 24 Agustus
Dinamika atmosfer tidak hanya terpusat di kawasan Pasifik. Henokhvita menambahkan bahwa sirkulasi siklonik saat ini juga terpantau kuat berada di wilayah Selat Makassar.“Sistem di Selat Makassar ini menginduksi daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, dan di sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” paparnya.
Secara keseluruhan, rangkaian kondisi dinamika atmosfer yang kompleks ini secara masif mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis, daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, serta di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi. Sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah, yaitu Sumatra Utara dan Sumatra Barat.