Tank Israel kerap dikerahkan untuk menyerang Lebanon. Foto: EPA
Israel Serang Warga Sipil Lebanon untuk Tutupi Kekalahan Militer
Fajar Nugraha • 9 April 2026 15:35
Beirut: Kelompok pejuang Hizbullah mengecam keras rangkaian serangan mematikan Israel yang menyasar warga sipil di berbagai wilayah Lebanon, termasuk ibu kota Beirut.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut tindakan brutal tersebut merupakan cerminan dari kegagalan total rezim Israel dalam mencapai tujuan-tujuan militer mereka.
Hizbullah mengatakan bahwa pasukan Israel melakukan serangkaian pembantaian dan puluhan serangan udara brutal yang didasari kebencian serta kriminalitas. Serangan tersebut menargetkan kawasan permukiman sipil di Beirut, kota Saida, dan Lembah Bekaa, yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan terluka, termasuk perempuan, anak-anak, serta lansia.
Hizbullah menegaskan bahwa agresi barbar yang menyasar pusat keramaian, pasar, dan pertokoan pada jam sibuk ini merupakan kejahatan perang dan genosida. Kelompok ini menilai serangan tersebut sebagai upaya putus asa Israel untuk membalas dendam kepada warga sipil setelah gagal mematahkan tekad dan keteguhan rakyat Lebanon.
“Rakyat Lebanon telah membuktikan bahwa kebrutalan agresi tersebut justru meningkatkan keteguhan, kekukuhan, dan komitmen mereka terhadap jalur perlawanan, tanpa mempedulikan besarnya pengorbanan yang harus diberikan,” sebut kelompok Hizbullah, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis 9 April 2026.
Menurut pernyataan tersebut, tindakan kriminal ini merupakan ekspresi nyata dari rasa frustrasi rezim Tel Aviv setelah mengalami kegagalan besarnya di berbagai garis depan.
“Israel dinilai merasa terkepung oleh kenyataan kekalahan mereka dan tidak mampu mengubah konstelasi kekuatan yang telah dibentuk oleh ketahanan rakyat Iran serta Lebanon,” imbuh pernyataan itu.
Gerakan perlawanan tersebut juga menyebut serangan mematikan terbaru Israel sebagai manifestasi dari kondisi runtuh, bingung, dan kekacauan yang sedang dialami oleh rezim Israel beserta pasukannya yang kalah. Hal ini terjadi menyusul rangkaian operasi balasan yang menyakitkan dari para pejuang perlawanan.
Hizbullah menegaskan bahwa darah para syuhada dan korban luka tidak akan terbuang percuma. Serangan brutal ini disebut memperkuat hak hukum dan alamiah mereka untuk melawan pendudukan serta merespons agresi. Mereka bertekad untuk terus menghadapi musuh guna melindungi rakyat, kedaulatan tanah air, dan keamanan nasional dari agresi yang terus berlangsung.
Sementara itu, otoritas Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka dalam gelombang serangan terbaru Israel di seluruh negeri. Kementerian Kesehatan Publik Lebanon mengatakan bahwa saat ini rumah sakit dan pusat medis telah mencapai kapasitas penuh akibat banyaknya korban luka yang membutuhkan perawatan darurat segera.
(Kelvin Yurcel)