Pemkab Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

Dampak gempa di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4). ANTARA/Ho-BPBD

Pemkab Flores Timur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

9 April 2026 14:11

Flores Timur: Pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan bencana dan memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.

Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, mengatakan pemerintah memberlakukan tanggap darurat dengan membangun posko dan dapur umum. Pemantauan terus dilakukan di seluruh wilayah, termasuk di Kecamatan Solor Timur.

"Pemerintah memberlakukan tanggap darurat dengan membangun posko dan dapur umum. Pemantauan terus dilakukan di seluruh wilayah, termasuk di Kecamatan Solor Timur," ujar Anton Doni Dihen di Flores Timur, Kamis, 9 April 2026.

Ia menambahkan, pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur langsung melakukan asesmen dan distribusi logistik darurat kepada korban terdampak di Pulau Adonara.
 


Penanganan gempa ini beririsan dengan masa tanggap darurat akibat cuaca ekstrem dan banjir lahar yang ditetapkan sejak 11 Desember 2025 hingga 30 April 2026.

Saat ini, tim tanggap darurat dari BPBD, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), serta TNI dan Polri telah diberangkatkan. Mereka bertugas menyalurkan bantuan dan melakukan pendataan.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur mencatat 79 rumah di Pulau Adonara rusak akibat gempa yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 00.30 Wita. Bupati Anton Doni menyebut 79 unit tersebut merupakan data sementara kerusakan rumah kategori ringan maupun rusak berat hingga pukul 08.30 Wita.


Salah satu rumah yang hancur akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4) dini hari, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-BPBD Flores Timur

"Sementara ini kami mendapat laporan, kondisi terparah ada di Desa Terong dan Desa Lamahala," kata Anton Doni saat dihubungi dari Kupang, Kamis, 9 April 2026.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 00.30 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,36° LS dan 123,15° BT. Lokasi gempa tepatnya di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)