Ada Fenomena Polar Night, Benarkah Puasa di Murmansk Rusia Hanya 1 Jam?

Ilustrasi freepik

Ada Fenomena Polar Night, Benarkah Puasa di Murmansk Rusia Hanya 1 Jam?

Putri Purnama Sari • 28 February 2026 11:31

Jakarta: Setiap tahunnya, umat Islam di seluruh dunia melakukan kewajiban berpuasa selama bulan Ramadan. Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga dimaknai sebagai sarana pembinaan diri, pengendalian hawa nafsu, serta peningkatan kualitas spiritual.

Dalam ajaran Islam, kewajiban puasa Ramadan tertulis dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 18:


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Tak hanya itu, bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperkuat empati sosial, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Durasi Puasa Ditentukan oleh Posisi Matahari

Puasa dalam Islam berkaitan erat dengan posisi matahari. Ibadah ini diwajibkan sejak terbit fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Magrib). Oleh karena itu, letak geografis suatu wilayah sangat menentukan panjang atau pendeknya durasi puasa.

Di berbagai negara, durasi puasa bisa berbeda-beda, mulai dari 9 jam, 11 jam, hingga 12 jam atau lebih. Perbedaan ini dipengaruhi oleh garis lintang dan perubahan musim.
 

Fenomena Unik Puasa di Murmansk Hanya 1 Jam

Berbeda dengan banyak negara lainnya, kota Murmansk di Rusia memiliki fenomena alam yang unik. Murmansk terletak di bagian barat laut Rusia, tepatnya di Teluk Kola, tidak jauh dari perbatasan Rusia dengan Norwegia dan Finlandia. 

Kota ini berada di atas Lingkar Arktik (Arctic Circle), sehingga mengalami perubahan ekstrem durasi siang dan malam sepanjang tahun.

Murmansk dikenal sebagai salah satu wilayah dengan durasi siang yang sangat singkat pada periode tertentu. Pada musim dingin, kota ini mengalami fenomena yang disebut Polar Night.

Apa Itu Polar Night?

Polar Night adalah peristiwa ketika matahari tidak terbit dalam jangka waktu tertentu, bahkan bisa berlangsung selama beberapa minggu. Akibatnya, wilayah yang mengalami fenomena ini memiliki waktu malam jauh lebih panjang dibandingkan siang hari.

Dalam periode tertentu, waktu siang di Murmansk bisa sangat singkat. Kondisi ini secara otomatis memengaruhi waktu salat dan durasi puasa, karena batas ibadah tetap mengikuti terbit dan terbenamnya matahari.

Fenomena tersebut menyebabkan rentang waktu antara Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya bisa menjadi sangat berdekatan. Inilah yang membuat Murmansk sering disebut memiliki durasi puasa tersingkat di dunia.
 

Bagaimana Umat Muslim di Murmansk Berpuasa?

Penduduk Muslim di Murmansk tetap menjalankan ibadah puasa dengan berpedoman pada posisi matahari sebagai penentu waktu. Puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, meskipun selisih waktunya sangat singkat pada periode tertentu.

Mereka tetap melaksanakan sahur dan berbuka sesuai dengan waktu setempat. Hal ini menunjukkan bahwa kewajiban puasa tetap dijalankan sesuai syariat, meskipun berada di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem.

Fenomena puasa di Murmansk menjadi contoh bagaimana ajaran Islam berinteraksi dengan kondisi alam yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia.

Meski menghadapi tantangan alam seperti Polar Night, umat Muslim tetap menjalankan ibadah dengan menyesuaikan pada ketentuan waktu berdasarkan pergerakan matahari.

(Eunike Michelle Gultom)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)