Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste dalam audiensi ke Metro TV, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. (Metrotvnews.com / Surya Perkasa)
Isu Greenland Picu Kekhawatiran, Dubes Jerman Tegaskan NATO Tetap Stabil
Surya Perkasa • 26 February 2026 19:56
Jakarta: Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menilai aliansi pertahanan NATO tetap stabil meski muncul ketegangan terkait retorika Amerika Serikat (AS) mengenai kemungkinan aneksasi Greenland.
Dubes Beste mengatakan isu tersebut memang dibahas di dalam kerangka NATO, mengingat Greenland memiliki nilai strategis dalam sistem pertahanan AS, khususnya terkait perlindungan dari ancaman rudal balistik antarbenua.
“Isu tersebut tentu dibahas dalam konteks NATO. Amerika Serikat adalah mitra utama dalam aliansi ini,” ujar Dubes Beste saat melakukan audiensi ke kompleks Metro TV, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menegaskan seluruh sekutu NATO, termasuk Denmark dan Jerman, membahas isu tersebut secara bersama dalam forum aliansi. Menurutnya, kekhawatiran bahwa isu Greenland dapat mengancam keberlangsungan NATO masih terlalu dini untuk disimpulkan.
“Saya menilai kekhawatiran mengenai aneksasi masih terlalu dini untuk disimpulkan sebagai ancaman terhadap keberlangsungan NATO. Saat ini, dialog berlangsung dalam kerangka yang stabil dan terkoordinasi,” kata Dubes Beste.
Ia menambahkan NATO tetap berfungsi sebagai forum konsultasi utama bagi negara-negara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan bersama. Dubes Beste juga menegaskan Jerman tetap menghargai peran Amerika Serikat dalam aliansi tersebut.
“Kami sangat menghargai jaminan keamanan yang diberikan Amerika Serikat dalam aliansi ini, dan karena itu tidak mudah bagi kami untuk membiarkan perbedaan pandangan berkembang menjadi perpecahan,” ucapnya.
Jerman Perkuat Peran di NATO
Sementara itu d tengah berkurangnya sebagian keterlibatan Amerika Serikat, Dubes Beste mengatakan Jerman mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam memperkuat NATO.Menurut dia, Jerman telah meningkatkan investasi pertahanan secara signifikan serta memperkuat kapabilitas militernya.
“Kami meningkatkan investasi pertahanan secara signifikan dan memperkuat kembali kapabilitas militer kami,” tutur Dubes Beste.
Ia menyebut salah satu langkah konkret adalah penempatan sekitar 5.000 personel militer Jerman di Lithuania sebagai bagian dari penguatan pertahanan kolektif NATO, khususnya di wilayah timur aliansi.
Selain itu, Jerman juga memberikan dukungan besar kepada Ukraina dalam menghadapi konflik dengan Rusia. “Dalam empat tahun terakhir, dukungan kami mencapai sekitar 100 miliar euro untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina,” ungkapnya.
Dubes Beste menilai dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan kawasan Eropa secara keseluruhan.
Ia menambahkan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya kini mengambil kontribusi yang lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan, seiring dengan pembagian peran bersama Amerika Serikat.
“Kami memahami bahwa Amerika Serikat memiliki tanggung jawab global yang luas. Dalam pembagian peran tersebut, Jerman dan Eropa mengambil kontribusi yang lebih besar untuk menjamin keamanan kawasan Eropa secara menyeluruh,” pungkas Dubes Beste.
Baca juga: NATO Luncurkan Arctic Sentry, Misi Militer Baru di Kawasan Arktik