Kapan Indonesia Dilewati Gerhana Matahari? Ini Jadwal dan Cara Melihatnya

Gerhana Matahari ilustrasi. Dok Freepik.

Kapan Indonesia Dilewati Gerhana Matahari? Ini Jadwal dan Cara Melihatnya

Riza Aslam Khaeron • 12 August 2026 21:37

Jakarta: Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Fenomena ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena saat gerhana berlangsung, wilayah Nusantara berada dalam kondisi malam hari.

GMT terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus. Posisi tersebut membuat Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari pandangan Bumi.

Meski tidak dapat disaksikan secara langsung di Indonesia, fenomena ini tetap dapat diikuti melalui siaran resmi NASA. Sementara itu, sejumlah wilayah lain akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian.

Di beberapa lokasi, gerhana masih berlangsung saat Matahari terbenam. Kondisi tersebut membuat sebagian piringan Matahari tampak tertutup Bulan saat berada di dekat cakrawala.
 

Jadwal Gerhana Matahari


Gerhana matahari terbesar yang terlihat dari Inggris sejak 1999 akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. (Anadolu Agency)

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan GMT 12 Agustus 2026 dapat disaksikan secara langsung dari sejumlah wilayah di Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara.

Secara global, rangkaian gerhana dimulai pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB pada 12 Agustus 2026. Fase total dimulai pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB, kemudian mencapai puncaknya pada pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB, Kamis, 13 Agustus 2026.

Proses gerhana kemudian berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026. GMT terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru sehingga Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari wilayah yang berada di jalur umbra.

Sementara itu, wilayah yang berada di jalur penumbra hanya akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian. Fenomena gerhana matahari juga akan kembali terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa tahun mendatang.

Dilansir dari Time and Date, berikut jadwal gerhana matahari dan perkiraan jalur lintasannya:
  • 22 Juli 2028: Australia dan Selandia Baru
  • 25 November 2030: Namibia, Botswana, Afrika Selatan, Lesotho, dan Australia
  • 20 Maret 2034: Nigeria, Kamerun, Chad, Sudan, Mesir, Arab Saudi, Iran, Afghanistan, Pakistan, India, dan Tiongkok
  • 2 September 2035: Tiongkok, Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang
  • 13 Juli 2037: Australia dan Selandia Baru
  • 26 Desember 2038: Australia dan Selandia Baru
  • 30 April 2041: Angola, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Kenya, dan Somalia
  • 20 April 2042: Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Filipina
  • 9 April 2043: Rusia
Indonesia baru akan kembali berada di jalur gerhana pada 20 April 2042. Fenomena tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan gerhana matahari secara langsung.
 

Cara Melihat Gerhana Matahari

Pengamatan gerhana perlu dilakukan dengan cara yang aman agar tidak merusak mata. Penggunaan kacamata biasa, kantong plastik, atau negatif foto tidak cukup untuk melindungi mata dari paparan Matahari.

Kacamata khusus gerhana dengan filter Matahari dapat digunakan untuk melihat fenomena tersebut secara langsung. Teropong atau teleskop juga harus dilengkapi filter Matahari khusus dan tidak boleh digunakan tanpa perlindungan tersebut.

Selain itu, gerhana dapat diamati menggunakan kamera lubang jarum atau pinhole camera. Cara ini dilakukan dengan memproyeksikan bayangan Matahari ke permukaan lain sehingga tidak perlu melihat Matahari secara langsung.

Berikut cara sederhana membuat pinhole camera:
  • Lubangi selembar karton.
  • Tutup lubang tersebut dengan aluminium foil.
  • Buat lubang kecil pada aluminium foil menggunakan jarum.
  • Letakkan karton kedua di atas tanah sebagai permukaan proyeksi.
  • Pegang karton berlapis aluminium foil di atas karton kedua hingga bayangan Matahari terlihat pada permukaannya.
(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)