5.850 Bibit Pohon Endemik Ditanam Dukung Kelestarian Lingkungan

Kegiatan penanaman 5.850 bibit pohon endemik. Foto: Dok. Istimewa.

5.850 Bibit Pohon Endemik Ditanam Dukung Kelestarian Lingkungan

Fachri Audhia Hafiez • 4 November 2026 01:29

Jakarta: Sebanyak 5.850 bibit pohon endemik ditanam di tujuh wilayah Indonesia. Langkah ini guna memulihkan vegetasi lokal dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketujuh wilayah itu meliputi Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Berbagai jenis bibit yang ditanam di antaranya pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, hingga beringin.
 


“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Kindaris, dalam kegiatan PNM Peduli Green Impact dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026, di mana Insan PNM melakukan pendakian ke sejumlah puncak gunung sekaligus menjalankan aksi penanaman di lereng kawasan tersebut.


Ilustrasi. Foto: Bappenas.

Di Banyuwangi, penanaman 1.000 bibit pohon cemara, durian, dan alpukat dilakukan di lereng Gunung Raung guna memperkuat kawasan resapan air dan memberi nilai ekonomi bagi warga. Sementara di Banjarnegara, sebanyak 500 bibit disalurkan untuk kawasan Gunung Prau melalui Basecamp Dwarawati, Dieng Kulon.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyambut positif langkah tersebut. Karena penanaman pohon berperan penting menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, dan menyerap emisi karbon.

Guna memastikan keberlanjutan program, PNM akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala setiap enam bulan sekali di seluruh area penanaman bersama komunitas lokal dan pemerintah desa setempat.

(Fachri Audhia Hafiez)