Dankodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.
Latihan Keris Woomera 2026 Tingkatkan Profesionalisme TNI dan ADF
Muhammad Adyatma Damardjati • 20 October 2026 17:52
Banyuwangi: TNI dan Australian Defence Force (ADF) menegaskan bahwa Latihan Bersama Keris Woomera 2026 tidak berhubungan dengan rivalitas kekuatan besar di kawasan. Latihan tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit serta mempererat persahabatan antarnegara.
"Tujuan latihan kita bersama ini melatih profesionalisme kita, mulai dari pasukan secara perorangan, kemudian satuan. Kita di sini mencari bentuk-bentuk lain yang bisa kita kerja samakan," ujar Dankodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika dalam konferensi pers di Puslatpur Baluran, Jawa Timur, Selasa, 20 Oktober 2026.
Naudi menjelaskan proses interoperabilitas yang dibangun tidak ditujukan untuk operasi bersama. Namun, agar kedua belah pihak dapat saling mengambil pelajaran dari keunggulan masing-masing.
"Hal-hal yang mungkin tidak ada di TNI, kita juga bisa mengambil dari Australia, juga sebaliknya. Ini juga menjadi bagian kerja sama yang sangat penting di militer," jelas Naudi.

Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.
Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones menyampaikan bahwa penangkalan (deterrence) terbaik berasal dari kemampuan beroperasi bersama mitra di kawasan. Ia menegaskan fokus latihan ini murni untuk kepentingan Indonesia dan Australia.
"Latihan Keris Woomera 2026 ini tentang Indonesia dan Australia, ADF dan TNI, serta kerja sama kami untuk memperkuat interoperabilitas, kesiapan, dan persiapan menghadapi segala kemungkinan demi keuntungan keamanan regional. Deterrence terbaik berasal dari beroperasi bersama teman, mitra, dan koalisi di kawasan," ujar Jones.
Jones juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas serta kepatuhan terhadap hukum internasional di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini penting agar terbebas dari ancaman pemaksaan militer.
"Lebih dari 50 persen perdagangan kami melewati kawasan ini, sehingga kemakmuran ekonomi sangat terkait dengan stabilitas, keamanan, sifat damai, kawasan di mana negara berdaulat tidak bisa dipaksa, dan hukum internasional dijunjung," tegas Jones.
Ia menambahkan, latihan bersama ini bertujuan membangun kapasitas dan kemampuan kedua angkatan bersenjata untuk beroperasi berdampingan jika dibutuhkan.
"Fokus kami ketika melakukan aktivitas bersama ini adalah membangun kapasitas dan kemampuan kami untuk beroperasi bersama ketika mungkin dibutuhkan oleh pemerintah kami masing-masing," kata Jones.