Ilustrasi hujan. (Dokumentasi/ BMKG)
BMKG Prediksi Sumsel Masuki Musim Hujan Pertengahan November 2026
Silvana Febiari • 18 October 2026 18:35
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026. Puncak curah hujan diprakirakan terjadi pada Desember mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan musim hujan diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan atau hingga Mei-Juni 2027.
“Pertengahan November 2026 wilayah Sumsel akan memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember dengan curah hujan mencapai 400 milimeter (mm),” kata Wandayantolis, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia berharap musim hujan dapat mengurangi dampak karhutla di sejumlah wilayah Sumsel. Hujan juga diharapkan membasahi lahan kering, menekan risiko kebakaran baru, dan mengurangi kabut asap.
"Meski demikian, awal musim hujan diprakirakan berbeda di sejumlah wilayah. Kota Palembang dan wilayah utara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026," jelasnya.
Sementara itu, wilayah selatan Kabupaten OKI diprakirakan baru memasuki musim hujan pada awal Desember 2026. Penanganan karhutla tetap perlu dilakukan, terutama di kawasan lahan gambut dan wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran, meskipun hujan mulai turun.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)
Di sisi lain, masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang akibat cuaca buruk.
Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan debit air sungai dan menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung aliran air. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan permukiman padat, daerah dataran rendah, serta wilayah di sekitar aliran sungai.
Selain itu, hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko tanah longsor dan erosi di sekitar aliran sungai. “Karena itu, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal guna mengurangi risiko bencana selama musim hujan.