Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.
Jabar Diprediksi Masuk Musim Hujan Pekan Ketiga Oktober
Roni Kurniawan • 15 October 2026 17:21
Bandung: Provinsi Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan pada pekan ketiga Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama gerakan tanah dan tanah longsor di wilayah yang mengalami kemarau panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, mengatakan hujan diprakirakan mulai turun di wilayah selatan, kemudian meluas ke bagian tengah hingga utara provinsi tersebut.
"Jadi, sekarang Jawa Barat berada dalam masa peralihan. Berdasarkan hasil sementara BMKG yang disampaikan kemarin, diprediksi pada minggu ketiga Oktober hujan mulai terjadi dari wilayah selatan, kemudian ke tengah hingga utara," ujar Teten saat dihubungi awak media, seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Meski hujan diperkirakan mulai mengguyur sejumlah daerah, Jawa Barat belum sepenuhnya memasuki musim penghujan. Kondisi cuaca masih berada dalam fase peralihan sehingga masyarakat diminta terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
Menurut Teten, perubahan cuaca perlu diantisipasi karena wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan berpotensi menghadapi ancaman bencana berbeda ketika intensitas hujan mulai meningkat.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian BPBD Jawa Barat ialah gerakan tanah dan tanah longsor. Kondisi wilayah yang mengalami kemarau panjang perlu diwaspadai, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan pergerakan tanah.
"Ibaratkan kondisi tanah yang kering seperti spons. Pada awal hujan, air akan terserap terlebih dahulu ke dalam tanah. Tapi, perubahan kondisi tanah akibat masuknya air perlu diperhatikan, khususnya di wilayah dengan karakteristik tanah yang relatif gembur," beber Teten.

Ilustrasi hujan
Karena itu, warga yang tinggal di kawasan rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan saat hujan mulai turun. Masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, seperti munculnya retakan tanah dan perubahan pada lereng, sebagai tanda awal yang perlu diwaspadai.
Teten menambahkan, puncak musim hujan di Jawa Barat diperkirakan berlangsung pada akhir 2026 hingga awal 2027. Meski demikian, perkembangan prakiraan musim masih dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.
"Prediksi ini akan terus berkembang seiring waktu. Nanti ada perkiraan tiga bulanan atau perkiraan bulanan, tergantung situasi yang terjadi," ungkap Teten.