Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.
BMKG: El Nino Picu Musim Hujan di Kotim Lebih Pendek
Lukman Diah Sari • 15 October 2026 10:28
Sampit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memprediksi musim hujan pada periode mendatang berdurasi lebih pendek dari biasanya. Kondisi ini dipicu fenomena El Nino yang diprakirakan berlangsung hingga awal 2027.
Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo menjelaskan, musim hujan tahun ini diperkirakan mulai pada November dan berlangsung hingga Mei atau Juni 2027. Sedangkan pada kondisi normal, musim hujan umumnya mulai pada Oktober dan berlanjut hingga Juni tahun berikutnya.
“Karena musim hujan juga berkurang, pasokan air berpotensi ikut berkurang, terutama di daerah tadah hujan. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan air
semaksimal mungkin dan lebih bijak dalam penggunaannya, khususnya untuk kebutuhan pertanian dan konsumsi,” kata Leo di Sampit, Kamis, 15 Oktober 2026,
melansir Antara.
Baca Juga :
“Masih disebut musim hujan, tetapi jumlahnya tidak sebanyak curah hujan yang kita terima dalam kondisi normal. Adapun, curah hujan normal rata-rata bisa di atas 200 sampai 300 milimeter per bulan, bahkan ada yang mencapai 400 hingga 500 milimeter,” jelasnya.

Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo. (ANTARA/Devita Maulina)
Ia mengatakan besaran penurunan curah hujan tidak akan sama di setiap wilayah. Kondisi geografis dan karakteristik masing-masing daerah menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat potensi dampak El Nino terhadap ketersediaan air.
Berkurangnya curah hujan juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air pada hujan, terutama di wilayah yang belum memiliki sumber pasokan air memadai. Sektor pertanian tadah hujan dinilai berpotensi menghadapi tantangan karena sangat bergantung pada ketersediaan air untuk mendukung kegiatan pertanian.