BMKG Prediksi Musim Hujan di DIY Mundur Satu Bulan

Cuaca buruk yang disertai mendung dan hujan deras memengaruhi visibilitas pengendara kendaraan bermotor. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

BMKG Prediksi Musim Hujan di DIY Mundur Satu Bulan

Ahmad Mustaqim • 14 October 2026 16:50

Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mundur sekitar satu bulan. Musim hujan yang semula diprediksi mulai awal November, kini diperkirakan baru tiba pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun, mengatakan awal musim hujan dipengaruhi fenomena El Nino kategori kuat dan dinamika atmosfer. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memengaruhi aktivitas hujan yang sebelumnya diprediksi melemah.

"Sementara, untuk muncak musim penghujan diprediksi terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2027," kata Mamenun pada Rabu, 14 Oktober 2026. 


Kondisi tersebut berdampak langsung pada curah hujan di Yogyakarta. BMKG memperkirakan curah hujan pada Oktober masih sangat rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter per bulan.

Kondisi serupa diperkirakan masih terjadi pada November 2026, dengan curah hujan berkisar 51–300 milimeter per bulan. Memasuki Desember, curah hujan diprediksi meningkat menjadi 151–500 milimeter per bulan.


Ilustrasi: Md Nadim Mahmud/Pexels


Mamenun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyikapi kondisi ini dengan bijak, antara lain dengan menghemat penggunaan air serta mengantisipasi dan mencegah kebakaran. Masyarakat juga diminta mewaspadai penurunan kualitas udara akibat mundurnya awal musim hujan.

"Perlu juga membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta memperkuat struktur bangunan dan baliho, sebelum musim hujan tiba," ungkap dia. 

(Silvana Febiari)