Ilustrasi - Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
Korban Meninggal Karhutla di Bromo Bertambah Jadi Enam Orang
Whisnu Mardiansyah • 23 October 2026 17:21
Surabaya: Suraji, 44, korban kebakaran saat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jumat, 23 Oktober 2026. Kepergian Suraji menambah jumlah korban meninggal dalam peristiwa tersebut menjadi enam orang.
Staf Instalasi Hukum, Hubungan Masyarakat (Humas), dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengonfirmasi kabar tersebut. Suraji dinyatakan meninggal pada Jumat siang setelah kondisi kesehatannya terus memburuk selama perawatan.
“Pasien dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB,” kata Adin saat dikonfirmasi seperti dilansir Antara.
Suraji bekerja sebagai petugas keamanan di Artotel, PT Mitra Indo Permai. Ia mengalami luka bakar berat yang mencapai sekitar 49 persen dari luas permukaan tubuh. Luka terutama terdapat pada bagian wajah hingga dada, disertai trauma inhalasi akibat menghirup udara panas dan asap.
Selama dirawat di ruang resusitasi observasi intensif (ROI), Suraji membutuhkan bantuan ventilator untuk menunjang pernapasannya. Tim medis juga menangani sejumlah komplikasi yang dialaminya, antara lain infeksi berat, infeksi paru, anemia, penurunan kadar protein dalam darah, serta gangguan keseimbangan elektrolit.
Adin menjelaskan kondisi Suraji mulai memburuk pada Jumat pagi akibat syok sepsis. Kondisi tersebut merupakan komplikasi infeksi berat yang dapat mengganggu sirkulasi darah dan fungsi organ vital.
Tim medis telah memberikan berbagai penanganan intensif, mulai dari pemberian cairan dan antibiotik, transfusi darah, pemberian protein, koreksi elektrolit, hingga perawatan luka bakar. Namun, kondisi Suraji terus menurun sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
.jpg)
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.
Sebelum Suraji meninggal, lima orang telah dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran saat upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Mereka adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), serta Wisnu Yuda Pratama, 25, Sefriel Ardiansyah, 19, dan Munawi dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Tengger Laut Pasir.
Wisnu dan Sefriel diketahui merupakan relawan yang bekerja sebagai karyawan hotel setempat. Dengan meninggalnya Suraji, total korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi enam orang.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan santunan sebesar Rp10 juta bagi keluarga setiap korban yang meninggal dunia saat upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS.