Bank Jakarta Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pedagang Pasar hingga UMKM

Ilustrasi. Foto: Dok Bank Jakarta

Bank Jakarta Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pedagang Pasar hingga UMKM

Eko Nordiansyah • 23 October 2026 13:42

Jakarta: Bank Jakarta memperluas literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan. Program literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan Bank Jakarta, termasuk menyasar pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan, upaya Bank Jakarta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, kemajuan industri jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, besarnya transaksi, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Bank Jakarta meraih penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 dalam rangkaian Jakarta Financial Festival 2026. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kepada Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo.


(Bank Jakarta meraih penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0. Foto: Dok Bank Jakarta)

Pendampingan bagi pelaku usaha

Rano mengatakan, perluasan akses keuangan perlu diiringi dengan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan menjadi kunci mendorong transformasi pasar rakyat serta meningkatkan daya saing usaha.

“Kita perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan. Pendampingan dan pemberdayaan pedagang juga harus terus dilakukan agar akses keuangan dapat membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik,” ujar Rano.

Jakarta Financial Festival 2026 mengusung tema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh” dan diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi untuk memperluas akses sekaligus mendekatkan edukasi dan layanan keuangan kepada masyarakat.

Dalam Jakarta Financial Festival 2026, Bank Jakarta menghadirkan berbagai aktivitas edukasi dan layanan melalui booth Bank Jakarta. Aktivitas tersebut meliputi pengenalan produk pendanaan dan pembiayaan, layanan transaksi digital, permainan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan melalui kolaborasi dengan Klinik Bank Jakarta.

Bank Jakarta akan memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan program literasi dan inklusi keuangan yang relevan. Berbagai kegiatan ini mengusung pesan “Sehat Finansial, Sehat Badannya, Kuat Jakartanya” untuk mendekatkan layanan perbankan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan finansial.

“Ke depan, Bank Jakarta terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperkuat perlindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung perekonomian Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Agus.

(Eko Nordiansyah)