Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: OJK.
Literasi Keuangan RI Capai 69%, OJK Perkuat Akses Daerah
Andika Fauzan Azhari • 22 October 2026 20:35
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 69 persen, sedangkan inklusi keuangan telah melampaui 93 persen. Capaian tersebut disebut telah melampaui target inklusi keuangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan capaian tersebut berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang diselenggarakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Literasi sudah mencapai 69 persen dan tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai lebih dari 93 persen, yang hal ini sudah melampaui target RPJMN Indonesia sebesar 93 persen di tahun 2029," kata Friderica dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia menyebut pencapaian tersebut didukung kolaborasi pemerintah pusat, OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

(Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI)
552 TPAKD terbentuk
Friderica mengatakan saat ini terdapat 552 TPAKD yang tersebar di seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia.
"Saat ini kita sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia, jadi tidak ada daerah yang belum memiliki hal ini," kata dia.
Keberadaan TPAKD diharapkan memperkuat perluasan akses layanan keuangan di daerah serta mendukung pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.