Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmaddiannor)
Asap Pekat Selimuti Sampit, Warga Berharap Hujan Segera Turun
Akhmaddiannor • 27 October 2026 10:55
Sampit: Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat warga berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga Sampit, Nunung Adi Satriyanto, mengatakan hujan sempat turun sebelumnya. Namun, hujan tersebut hanya berlangsung sebentar dengan intensitas yang tidak terlalu deras sehingga belum mampu mengurangi kepekatan asap.
“Kemarin pun sempat turun hujan, tetapi tidak lebat dan tidak berlangsung lama. Sementara itu, asap masih terlalu pekat. Kondisi ini sangat berpengaruh, terutama terhadap anak-anak sekolah. Akibatnya, anak-anak harus menjalani pembelajaran dari rumah atau BDR,” kata Nunung di Sampit, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut dia, kondisi kabut asap yang terus menyelimuti wilayah tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat. Warga berharap hujan segera turun setelah berbagai upaya meminta bantuan dilakukan.
“Harapan kita tidak lain adalah hujan segera turun. Kita sudah meminta bantuan ke mana-mana, tetapi sekarang yang bisa kita lakukan adalah berdoa. Mudah-mudahan hujan segera turun,” ujarnya.

Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmaddiannor)
Nunung juga melihat kondisi cuaca pada Selasa pagi tampak gelap akibat perpaduan kabut asap dan awan mendung. Ia berharap kondisi tersebut menjadi pertanda turunnya hujan yang dapat membantu mengurangi pekatnya asap.
“Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan hujan untuk membantu memperbaiki kondisi cuaca dan mengurangi kepekatan asap yang menyelimuti wilayah ini,” tuturnya.
Kabut asap terlihat di sejumlah sudut Kota Sampit. Jarak pandang yang dilaporkan kurang dari 200 meter menunjukkan pekatnya asap yang menyelimuti wilayah tersebut.