Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi.
Menko Zulhas: Indonesia Menuju E20 dalam Lima Tahun
Husen Miftahudin • 6 October 2026 18:21
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk campuran bensin dengan 20 persen bioetanol atau E20, dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari transisi energi.
Zulkifli optimistis Indonesia dapat mengembangkan E20 setelah pemerintah menerapkan biodiesel 50 persen atau B50. Menurut dia, pengembangan energi terbarukan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus membuka lapangan kerja baru.
"Investasi energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada industri fosil dan menciptakan lapangan kerja baru," ungkap Zulkifli dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
E20 bagian dari transformasi ekonomi
Zulkifli mengatakan pengembangan bahan bakar nabati menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau.
Menurut dia, pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar nabati perlu menjadi bagian dari transformasi ekonomi dengan tetap memperhatikan ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan.
Dalam pidatonya, Zulkifli juga menyampaikan pemerintah tengah membangun pasar karbon yang kredibel dan transparan. Pasar tersebut menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses pembiayaan internasional guna mendukung agenda pertumbuhan ekonomi hijau.
Pemerintah menetapkan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Kebijakan tersebut mencakup sejumlah instrumen, antara lain perdagangan karbon, pajak karbon, dan pembayaran berbasis hasil (result-based payment).
(Ilustrasi bioetanol. Foto: Warstek.com)
Pemerintah siapkan bahan baku bioetanol
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu yang sudah ada seluas dua juta hektare untuk diolah menjadi bioetanol sebagai bahan baku Program E20.
Tebu dipilih sebagai salah satu sumber bahan baku bioetanol karena ketersediaan lahannya dinilai lebih memungkinkan dibandingkan lahan untuk komoditas jagung dan singkong.
Prabowo juga meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan industri yang mendukung pelaksanaan Program E20.