Pemimpin junta militer Myanmar yang menjabat sebagai presiden, Min Aung Hlaing. (Anadolu Agency)
Min Aung Hlaing Tiba di Malaysia, Bahas Pemulangan Ribuan Warga Myanmar
Willy Haryono • 7 October 2026 15:33
Kuala Lumpur: Pemimpin junta militer Myanmar yang kini menjabat sebagai presiden, Min Aung Hlaing, tiba di Malaysia untuk bertemu Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung ketika Kuala Lumpur berupaya mendapatkan kerja sama Myanmar untuk memulangkan ribuan warga negara Myanmar.
Min Aung Hlaing tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Rabu pukul 04.30 GMT, berdasarkan foto yang dirilis media pemerintah.
Kunjungan selama dua hari tersebut berlangsung ketika Malaysia melanjutkan langkah kontroversial untuk memulangkan ribuan warga Myanmar, meski Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa mereka yang dipulangkan dapat menghadapi bahaya serius di tengah perang saudara yang masih berlangsung.
“Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi perdana menteri untuk mempertahankan keterlibatan langsungnya dengan Myanmar,” kata pemerintah Malaysia dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera.
Pemerintah Malaysia mengatakan isu bilateral utama mencakup pemulangan warga Myanmar dari seluruh kelompok etnis yang berada di Malaysia secara ilegal dengan cara “sukarela, bermartabat, dan aman." Juru bicara Min Aung Hlaing juga mengatakan hal senada.
Myanmar dilanda gejolak sejak Min Aung Hlaing memimpin kudeta militer pada 2021 yang memicu perang saudara. Konflik tersebut diperkirakan telah menewaskan 100.000 orang dan menyebabkan lebih dari 3,5 juta orang mengungsi.
Militer kemudian menggelar pemilu yang menuai kritik luas dan memungkinkan purnawirawan jenderal yang berada di bawah sanksi negara-negara Barat tersebut mengambil peran sipil. Transisi itu turut mendorong sejumlah langkah menuju pemulihan hubungan dengan Myanmar.
Sejak resmi menjadi presiden pada April, Min Aung Hlaing telah mengunjungi negara-negara anggota ASEAN, yakni Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ia juga melakukan kunjungan ke Tiongkok, India, Rusia, dan Belarusia.
Pemulangan Rohingya
Di Malaysia, tekanan terhadap migran dan pengungsi tanpa dokumen meningkat setelah gelombang ujaran kebencian dan misinformasi di dunia maya pada awal tahun ini. Tekanan tersebut terutama menyasar Rohingya, yang sebagian besar melarikan diri dari tindakan keras militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine pada 2017.Bulan lalu, Anwar mengatakan dalam sebuah podcast bahwa ia akan mengundang Min Aung Hlaing melakukan kunjungan resmi jika Myanmar menerima pemulangan ribuan pengungsi Rohingya.
Menurut Anwar, Malaysia telah mendeportasi sekitar 10.000 warga Myanmar sejak Januari. Ia mengatakan otoritas Myanmar telah memberikan jaminan bahwa mereka yang kembali tidak akan mengalami bahaya.
Malaysia menjadi tempat tinggal bagi sekitar 215.600 pengungsi dan pencari suaka yang terdaftar di UNHCR, termasuk sekitar 126.000 Rohingya. Jumlah tersebut menjadikan Rohingya salah satu komunitas pengungsi terbesar di Asia Tenggara.
Meski menjadi tempat tinggal bagi para pengungsi tersebut, Malaysia bukan pihak dalam Konvensi Pengungsi PBB dan memperlakukan pengungsi sebagai migran tanpa dokumen.
Baca juga: Malaysia Pulangkan 10.000 Warga Myanmar dari Pusat Detensi Sejak Januari 2026