Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Pramono Tegaskan Bakal Pecat ASN Terlibat Penipuan Rekrutmen Damkar
Nattasya Amani Vrazeti • 29 September 2026 21:02
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bakal memberhentikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti terlibat dalam dugaan penipuan janji lolos seleksi rekrutmen Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Hal ini merespons laporan adanya warga yang menyetor sejumlah uang demi bisa lolos rekrutmen.
“Saya sebagai Gubernur Jakarta, memberikan dukungan sepenuhnya untuk penegakan hukum,” ucap Pramono di Jakarta Utara, Selasa 29 September 2026.
“Jadi kalau memang ada upaya, ada temuan, ada bukti kuat, siapapun pejabat itu, begitu tahu dilakukan, walaupun prosesnya masih berjalan saya akan hentikan sebagai ASN DKI Jakarta. Sehingga dengan demikian enggak ada tawar-menawar untuk hal tersebut,” kata Pramono.
Sebelumnya, seorang warga Jakarta bernama Wintarko Setiawan mengalami dugaan penipuan hingga Rp70 juta oleh oknum yang dikenalkan rekannya pada Agustus 2025. Oknum tersebut menjanjikan kelulusan dalam seleksi penerimaan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta.
“Saya kerugian totalnya Rp70 juta, yang dia janjikan itu bisa membawa dan meloloskan saya menjadi petugas Damkar Jakarta,” kata Wintarko, dilansir dari Antara.
Demi menyetor uang ke calo tersebut, Wintarko terpaksa mengajukan pinjaman dengan jaminan ke Bank DKI. Pinjaman pokok Rp70 juta tersebut kini membengkak beserta bunga menjadi total Rp108 juta, dengan cicilan Rp2,1 juta per bulan.
“Saya kan berarti sudah setahun lebih bayarin. Minjam Rp70 juta kita mengembalikan tidak segitu, jadi Rp108 juta, karena di tiap bulannya kita bayar Rp2,1 juta,” ucap Wintarko.
.jpg)
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (damkar). Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Lantaran janji masuk Damkar tak kunjung terwujud dan terduga pelaku bersikap menantang, Wintarko melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur.
Merasa penanganan laporannya lambat sejak dilayangkan Agustus lalu, ia kembali mendatangi kantor polisi pada Senin, 28 September 2026, untuk menuntut keadilan serta pengembalian uangnya.