Imbas Longsor di Jember, KA Tawangalun Terlambat Lebih dari 4 Jam

Material longsoran tanah yang menutup petak jalan di wilayah Daop 9 Jember/istimewa.

Imbas Longsor di Jember, KA Tawangalun Terlambat Lebih dari 4 Jam

2 November 2026 17:33

Malang: Perjalanan Kereta Api (KA) Tawangalun relasi Stasiun Ketapang menuju Stasiun Malang mengalami keterlambatan signifikan mencapai 258 menit atau lebih dari empat jam pada Senin, 2 November 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat adanya material longsoran tanah yang menutup petak jalan di wilayah Daop 9 Jember.

Bencana longsoran tanah dilaporkan menerjang kawasan Km 14+6/7 petak jalan antara Ledokombo dan Sempolan. Peristiwa ini memaksa petugas di lapangan melakukan penanganan intensif serta pengamanan prasarana demi menjamin keselamatan perjalanan kereta.

Dampak dari rintangan jalan tersebut berimbas langsung pada pola operasional perjalanan KA Tawangalun yang sedang mengarah ke Kota Malang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengonfirmasi keterlambatan armada tersebut kepada para calon penumpang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan senantiasa menjadi standar tertinggi dalam setiap keputusan operasional. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun, keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami, sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan," ungkap Mahendro.


 Material longsoran tanah yang menutup petak jalan di wilayah Daop 9 Jember/istimewa.

Hingga saat ini, jajaran KAI Daop 8 Surabaya terus menjalin komunikasi intensif dengan tim teknis KAI Daop 9 Jember guna memantau perkembangan di lokasi kejadian. Koordinasi antar-wilayah kerja ini dilakukan agar langkah perbaikan prasarana dapat berjalan cepat dan sesuai prosedur baku.

Manajemen KAI berjanji akan terus meningkatkan kesiapan sarana, prasarana, serta pemantauan personel dalam menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem atau alam di lintasan. Penanganan tuntas di titik longsoran diharapkan bisa segera menormalisasi jadwal perjalanan KA Tawangalun agar kembali aman dan nyaman.