Kemenhaj Ingatkan 7 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Calon Jemaah Haji

Dok: Instagram @kemenhaj

Kemenhaj Ingatkan 7 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Calon Jemaah Haji

Putri Purnama Sari • 29 October 2026 16:16

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenhaj mengingatkan pentingnya penerapan PHBS. Tidak hanya membantu calon jemaah menjaga kebugaran, PHBS juga mengurangi risiko penularan penyakit selama menjalankan ibadah haji.

Ibadah haji membutuhkan stamina yang baik. Jemaah akan menjalani berbagai rangkaian kegiatan fisik, berinteraksi dengan banyak orang, serta berada di lingkungan dengan kondisi yang berbeda dari keseharian.

Selain menjaga pola hidup sehat, calon jemaah juga perlu memperhatikan istitaah kesehatan atau kemampuan secara kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.

Lantas, apa saja perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu diterapkan calon jemaah haji? Berikut informasinya:

Perilaku Hidup Sehat dan Bersih bagi Calon Jemaah Haji

1. Cuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan kuman penyebab penyakit.

Calon jemaah haji dianjurkan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit, terutama ketika berada di tempat umum dan berinteraksi dengan banyak orang.

2. Konsumsi Sayur dan Buah yang Cukup


Ilustrasi freepik

Asupan makanan bergizi diperlukan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji. Calon jemaah dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya.

Pola makan seimbang juga perlu disertai konsumsi sumber protein, karbohidrat, serta cairan yang cukup sesuai kebutuhan tubuh. 3. Beraktivitas Fisik Minimal 30 Menit Sehari

Ibadah haji melibatkan berbagai aktivitas fisik, seperti berjalan kaki dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Karena itu, calon jemaah perlu melatih kebugaran sejak dini.

Salah satu caranya adalah melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga lain yang aman. Calon jemaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai atau meningkatkan intensitas olahraga.

4. Gunakan Toilet yang Sehat dan Bersih

Menjaga kebersihan toilet penting untuk mendukung sanitasi dan mengurangi risiko penyebaran penyakit. Calon jemaah haji perlu menggunakan toilet yang bersih, menyiram setelah digunakan, serta mencuci tangan dengan sabun setelah selesai.

Kebersihan fasilitas sanitasi juga perlu dijaga bersama, terutama ketika berada di penginapan, tempat ibadah, dan fasilitas umum yang digunakan banyak orang.

5. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Perilaku hidup bersih dan sehat juga mencakup kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, pakaian, perlengkapan pribadi, serta lingkungan sekitar.

Calon jemaah dapat membiasakan diri mandi secara teratur, mengenakan pakaian bersih, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan ruang tempat tinggal. Kebiasaan tersebut membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi paparan sumber penyakit.

6. Tidak Merokok

Ilustrasi rokok

Menghindari rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan dan kebugaran tubuh. Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Paparan asap rokok juga dapat berdampak pada orang lain di sekitarnya.

Calon jemaah yang merokok dianjurkan mulai mengurangi dan menghentikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. 7. Periksa Kesehatan Secara Berkala

Pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu calon jemaah mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.

Pemeriksaan ini juga penting untuk memantau penyakit yang sudah dimiliki, mengevaluasi kondisi fisik, serta memperoleh saran medis sesuai kebutuhan.

Calon jemaah perlu mengikuti pemeriksaan dan ketentuan istithaah kesehatan sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah. Jika memiliki penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan, calon jemaah sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.

Pentingnya PHBS bagi Calon Jemaah Haji

Penerapan PHBS merupakan salah satu bentuk persiapan untuk membantu calon jemaah menjaga kesehatan sebelum dan selama menjalankan ibadah haji.

Kebiasaan mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, beraktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari rokok, dan memeriksakan kesehatan perlu dilakukan secara konsisten.

Meski demikian, penerapan PHBS tidak menggantikan pemeriksaan medis maupun penilaian istithaah kesehatan. Calon jemaah tetap perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan dan ketentuan resmi penyelenggaraan ibadah haji.

Informasi lebih lanjut mengenai kesehatan haji dapat dipantau melalui situs resmi Kementerian Haji dan Umrah RI di haji.go.id.

(Putri Purnama Sari)