Menkes Budi Calon Dirjen WHO, Menlu Tata: Perjuangkan Kesehatan Global yang Adil

Menlu Tata dalam pernyataan pers seusai serah terima jabatan di Kemlu RI, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. (Metrotvnews.com)

Menkes Budi Calon Dirjen WHO, Menlu Tata: Perjuangkan Kesehatan Global yang Adil

Muhammad Reyhansyah • 12 October 2026 19:40

Jakarta: Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebut pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi bagian dari upaya Indonesia memperjuangkan tata kelola kesehatan global yang lebih adil bagi negara berkembang.. 

Pencalonan Menkes Budi juga diposisikan sebagai bagian dari rangkaian upaya Indonesia dalam memperkuat peran di lembaga multilateral.

“Pencalonan Menteri Kesehatan kita sebagai Direktur Jenderal WHO demi arsitektur kesehatan global yang lebih adil bagi negara berkembang,” kata Menlu Arrmanatha atau akrab disapa Tata, dalam pernyataan pers pertamanya seusai serah terima jabatan (sertijab) Menlu di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Menlu Tata, upaya pencalonan Menkes Budi sejalan dengan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem multilateral dan mendorong lembaga internasional agar lebih efektif, representatif, transparan, serta mampu mengakomodasi kepentingan negara berkembang.

Ia menegaskan hukum internasional dan sistem multilateral merupakan bagian penting dari diplomasi Indonesia, dan hal ini bukan sekadar pilihan kebijakan.

“Bagi Indonesia, sistem multilateral dan hukum internasional bukanlah pilihan, namun suatu keniscayaan,” ujar Menlu Tata.

Dalam pernyataannya, Menlu Tata juga menyinggung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029–2030. 

Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan mendorong Dewan Keamanan PBB menjadi lebih efektif, representatif, transparan, dan demokratis.

Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar calon prospektif Direktur Jenderal WHO yang diusulkan Indonesia. Ia bersaing dengan sejumlah kandidat dari negara lain, termasuk Belgia, Qatar, Arab Saudi, Spanyol, Botswana, dan Tiongkok.

Pemilihan pengganti Direktur Jenderal WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027. Dewan Eksekutif WHO akan menyaring kandidat dan mengajukan maksimal tiga nama untuk dipertimbangkan Majelis Kesehatan Dunia.

Dengan demikian, pencalonan Budi masih berada dalam proses pemilihan dan belum menjadikannya sebagai Dirjen WHO terpilih.

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Calon Dirjen WHO

(Willy Haryono)