Penanganan orang utan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.
Alat Evakuasi dan Medis Disiagakan untuk Orang Utan Terdampak Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 14 October 2026 00:40
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat perlindungan orang utan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pemerintah menyiagakan perlengkapan medis khusus untuk memitigasi dampak asap dan skenario evakuasi satwa.
“Sudah kita siapkan juga untuk sedatif atau anestesi untuk kalau harus melakukan evakuasi, kemudian oksigen, nebulizer,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau Pusat Rehabilitasi Orang Utan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga :
Dia menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada keselamatan masyarakat, tetapi juga perlindungan keanekaragaman hayati. Sejak awal, Kemenhut telah berkoordinasi intensif dengan lembaga pemerhati satwa seperti Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Orangutan Foundation International (OFI).
“Kita sudah koordinasi dengan teman-teman pecinta satwa, organisasi yang memang punya pengalaman di lapangan, baik BOSF, OFI dan lain-lain, yang ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,” tutur Raja Juli.
Dalam kunjungannya di Nyaru Menteng, Menhut melihat kondisi orang utan yang tengah mendapatkan perawatan intensif. Salah satunya adalah bayi orang utan bernama Novita yang berhasil diselamatkan dari lokasi karhutla dengan luka pada bagian kaki.
.jpeg)
Penanganan orang utan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.
Selain dukungan medis, pemerintah meningkatkan frekuensi patroli serta memperkuat armada pemadaman di sekitar kawasan rehabilitasi orang utan. Langkah ini diambil untuk memastikan kobaran api tidak menerobos masuk ke kawasan inti habitat satwa.
Pemerintah bersama unsur gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan pemerintah daerah terus bersinergi menahan laju pergerakan api agar tidak semakin meluas.