BMKG: Abu Vulkanik Gunung Lewotolo Menyebar ke Lembata dan Flores Timur

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT. Foto: Magma Indonesia

BMKG: Abu Vulkanik Gunung Lewotolo Menyebar ke Lembata dan Flores Timur

Lukman Diah Sari • 12 October 2026 09:34

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolo (Ili Lewotolok), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 12 Oktober 2026. BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik telah meluas ke sejumlah wilayah di sekitar gunung tersebut.

"Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9, pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik teridentifikasi menyebar ke arah timur," tulis keterangan resmi BMKG, Senin, 12 Oktober 2026.

BMKG merinci, wilayah yang terdampak paparan abu vulkanik mencakup sebagian Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur. Selain itu, sebaran abu vulkanik juga terpantau mengarah ke perairan Selat Flores hingga Lamakera.

"Cuaca di sekitar gunung api yang dipantau pada umumnya berawan hingga berawan tebal," jelas BMKG.


Rumah warga dan tanaman pertanian warga terpapar abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di wilayah Kecamatan Ile Ape. (Dokumentasi/ Kepala BPBD Lembata)

 

Dampak Abu Vulkanik

Terkait kondisi ini, BMKG mengingatkan masyarakat luas akan bahaya paparan abu vulkanik bagi kehidupan sehari-hari, meliputi:
  • Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mengancam keselamatan berkendara. Partikel abu juga berpotensi merusak mesin, mengganggu navigasi, hingga memicu penundaan dan penghentian operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

"Masyarakat diminta tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah setempat," imbau BMKG.

(Lukman Diah Sari)